Butuh Modal Kerja, Harta Djaya Karya Incar Dana IPO Rp 49 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan desain interior dan furnitur, PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) menggelar prosesi initial public offering (IPO) dengan menerbitkan dan menawarkan sebanyak 480 juta lembar saham baru.
Jumlah saham yang ditawarkan setara dengan 25,03% dari modal disetor dan ditempatkan penuh Perseroan pasca IPO, dengan nilai nominal Rp 20 per saham.
Proses penawaran awal (bookbuilding) IPO berlangsung tanggal 18 – 24 Januari 2024 dengan rentang harga Rp 100 – 103 per saham. Dengan penawaran harga tersebut Perseroan berpotensi meraup dana segar hasil IPO Rp 48 miliar hingga Rp 49,44 miliar.
Baca Juga
Multikarya Asia Pasifik Raya Buka Penawaran Awal IPO Rp 105 - Rp 120 per Saham
Perseroan menunjuk PT MNC Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi dari aksi korporasi tersebut. MNC Sekuritas menyampaikan kesanggupan penuh (full commitment) terhadap penawaran umum Perseroan.
Secara bersamaan dengan IPO, Perseroan juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 480 juta Waran Seri I atau maksimal 33,39% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pasca IPO.
Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada Tanggal Penjatahan.
Setiap pemegang 1 saham baru Perseroan berhak memperoleh 1 Waran Seri I, di mana setiap 1 Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru Perseroan yang dikeluarkan dalam portepel.
Lebih lanjut Waran seri I yang diterbitkan memberikan hak kepada pemegangnya untuk memesan saham biasa atas nama Perseroan yang bernilai nominal Rp 20 setiap sahamnya dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 115 – Rp 125. Total dana dari Waran Seri I maksimal Rp 60 miliar.
Baca Juga
Asing Lanjut Net Sell, Tiga Saham Emiten Prajogo Ini Diobral
Berdasarkan prospektus IPO yang disampaikan, dan hasil IPO akan dialokasikan sekitar 24% atau Rp 10,90 miliar untuk pembelian aset tetap berupa peralatan kerja kantor peralatan kerja proyek dan kendaraan.
Kemudian sekitar 4% untuk sewa bangunan dan kendaraan serta pengembangan sistem informasi dan jaringan.
Sekitar 72% atau Rp 32,72 miliar akan digunakan untuk modal kerja Perseroan antara lain pembelian persediaan bahan baku, biaya kontraktor, desain interior dan pengadaan furnitur.
Berikut jadwal IPO PT Harta Djaya Karya Tbk:
Proses penawaran awal (bookbuilding): 18 – 24 Januari 2024
Tanggal Efektif: 29 Januari 2024
Masa Penawaran Umum Perdana Saham: 31 Januari 2024 - 05 Februari 2024
Tanggal Penjatahan: 05 Februari 2024
Tanggal Distribusi: 06 Februari 2024
Tanggal Pencatatan Pada Bursa Efek Indonesia: 07 Februari 2024.
