BBNI Menuju Market Cap Rp 200 Triliun
JAKARTA, Investortrust.id — Harga saham PT BNI Tbk yang saat ini ada di level Rp 9.100 berpotensi besar untuk bergerak ke level Rp 10.000 dan menembus Rp 11.000 dan mencapai market cap Rp 200 triliun. Di hari ulang tahun ke-77, bank dengan kode saham BBNI itu kian kokoh ditopang oleh kinerja keuangan yang terus membaik dan manajemen yang solid.
“Manajemen BNI kini terdiri atas figur yang kompeten dan berintegritas. Ini faktor paling penting dalam kemajuan sebuah perusahaan,” ujar pemerhati perbankan digital, Bayu Prawira Hie kepada investortrust.id.
Bayu Prawira Hie menambahkan, BNI punya kemampuan finansial yang memadai untuk mendukung upaya mencapai target seperti digambarkan pada tema HUT ke-77. Terutama dalam upaya menjangkau sekaligus bersaing pasar global.
“Salah satu strategi yang bisa diandalkan melalui transformasi digital. Tentunya yang perlu diperhatikan adalah kepemimpinan yang visioner dan talenta yang unggul agar target tersebut dapat tercapai lebih cepat dan sustainable," lanjut Bayu Prawira Hie.
Hari ini, Rabu (05/07/2023), PT BNI Tbk berulang tahun ke-77 dengan mengusung tema "Global Reach, Indonesian Pride". Pada momen yang sama, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham BBBI ditutup pada harga Rp 9.100 dengan kapitalisasi pasar atau market cap Rp 168 triliun.
Harga saham BBNI pernah menembus Rp 10.000. Pada perdagangan Rabu, 21 Februari 2018, harga saham BBNI melonjak 250 atau 2,5% ke level Rp 10.175. Inilah harga tertinggi atau all time high yang dialami saham BUMN yang saat ini menempati peringkat ke-8 dilihat dari market cap. Kalangan analis memperkirakan, harga saham BBNI tahun ini berpotensi menembus Rp 11.000 dan pada level itu market cap bank BUMN itu menembus Rp 200 triliun.
Pada level harga Rp 9.100, price earning ratio (PER) BBNI 8,7 kali, berada di bawah rata-rata PER perbankan nasional yang sahamnya tercatat di BEI. Seiring dengan kenaikan laba bersih per saham, PER akan turun dan kondisi memungkinkan harga saham BBNI naik ke level di atas 12 kali.
Pada kuartal I 2023, pendapatan BBNI Rp 11,8 triliun, naik 19% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sedang laba bersih kuartal I 2023 mencapai Rp 5,2 triliun, melesat 31,7% dibanding periode yang sama tahun 2022.
Dikutuk dari website BNI.co.id, pada kuartal I 2023, kredit konsolidasi BNI meningkat 7,2%, year-on-year (yoy), atau mencapai Rp 634,3 triliun. Perseroan terus meningatkan pertumbuhan pada segmen-segmen prioritas, yaitu debitur top tier, mulai dari segmen korporasi dan turunan bisnisnya yang masuk dalam sektor industri prospektif, hingga segmen konsumer, dengan tetap mengedepankan asas prudential.
Dari sisi likuiditas, BBNI membukukan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 7,4%, yoy, atau mencapai Rp 743,7 triliun. Strategi pertumbuhan DPK difokuskan pada CASA —giro dan tabungan—, khususnya CASA transaksional yang kuat melalui penyediaan solusi keuangan dan transaksi yang komprehensif serta peningkatan kemampuan transaksional terutama pada aplikasi mobile banking dan BNI Direct. Giro dan tabungan tumbuh 6,9%, yoy, dengan rasio CASA mencapai 69%. Pertumbuhan kredit dan CASA tersebut membuat BBNI mampu mengelola net interest margin (NIM) pada level 4,7%.
HUT ke-77
Pada ulang tahun ke-77 ini, BBNI mengusung tema "Global Reach, Indonesian Pride" guna memperkuat citra sebagai bank yang kuat, tangguh, dan terpercaya.Citra kuat, tangguh, dan terpercaya adakah identitas utama perseroan.
Terinspirasi tema ASEAN tahun 2023, "Epicentrum of Growth" di mana Indonesia memiliki visi untuk menjadikan ASEAN sebagai kawasan ekonomi yang tumbuh cepat, inklusif, dan berkelanjutan, demikian Direktur Utama BNI Royke Tumilaar, BNI juga berusaha mengeksiskan visi sebagai menjadi lembaga keuangan yang unggul dalam layanan dan kinerja berkelanjutan. “Pada tahun 2023, BNI memanfaatkan momen ini untuk menjadi episentrum pertumbuhan,” kaya Royke.
Royke berharap, perayaan ulang tahun ke-77 menjadi momentum bagi BNI untuk terus tumbuh menjadi lebih kuat, tangguh, dan terpercaya bersama dengan orang-orang berprestasi. Itu sebabnya tema yang diusung dikomunikasikan dengan kalangan kalangan internal sebagai motivasi mencapai tujuan besar bersaing di pasar global sekaligus jadi kebanggaan bagi masyarakat Indonesia.
Sementara bagi kalangan eksternal, tema ini menjadi ajakan bagi masyarakat untuk berkontribusi dalam kegiatan ekonomi melalui transaksi dan investasi menggunakan produk-produk BNI. Untuk mendukung aktivitas transaksi dan investasi, BNI telah memperkenalkan aneka layanan digital.
"BNI dengan bangga mempromosikan produk-produk BNI baik secara langsung maupun tidak langsung agar mendapatkan perhatian yang lebih luas dari khalayak," tambahnya.
Untuk mendukung hal tersebut, Royke menyebut bahwa BNI memiliki tiga produk champion.Pertama, BNI Mobile Banking. BNI terus memperluas layanan dengan memanfaatkan ekosistem BNI Group, ritel, dan mitra global, terutama dalam menjawab permintaan pelanggan di era digital modern.
Kedua, BNI Xpora. BNI fokus pada peningkatan kelas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan memanfaatkan peluang ekspor ke pasar global. BNI membangun basis bisnis yang kuat di luar negeri dengan mengoptimalkan segmen diaspora yang telah menjadi agen promotor Indonesia di luar negeri.
Ketiga, BNIDirect. BNI memiliki Corporate Digital Services yang mengintegrasikan solusi bisnis dan pengelolaan keuangan nasabah, termasuk solusi bisnis perbankan internasional.
"Dengan citra yang kuat, tangguh, dan terpercaya, mewakili citra positif BNI sebagai salah satu bank BUMN terkemuka di Indonesia yang telah berusia 77 tahun. Mari kita bersama-sama #lompatlebihtinggi," tutupnya.

