Serap PMN, WIKA Akan Terbitkan 92,23 Miliar Saham Baru
JAKARTA, investortrust.id – PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) akan menggelar penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue sebanyak 92,23 miliar saham atau setara dengan 30,45%. Aksi akan direalisasikan setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham.
Rights issue ini juga bagian dari skema untuk menyerap penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp 6 triliun. Sebagaiman diketahui, pemerintah dan DPR sebelumnya telah menyetujui PMN tahun 2024 kepada WIKA.
Baca Juga
WIKA Siapkan Skema Rights Issue untuk Serap PMN Rp 6 Triliun
Manajemen WIKA dalam penjelasan resminya, Rabu (6/12/2023), menyebutkan bahwa penerbitan saham baru ini bagian dari upaya penyehatan keuangan perseoran guna memperbaiki kinerja ke depan.
Restrukturisasi tersebut juga dilakukan melalui perbaikan tata kelola dan manajemen risiko, percepatan penagihan piutang bermasalah, asset recycling, perbaikan portfolio orderbook, penurunan operating expense, penurunan saldo pinjaman talangan supplier, dan penguatan struktur permodalan.
Penerbitan saham baru ini juga sesuai dengan amanat pemerintah kepad WIKA untuk untuk menyelesaikan proyek-proyek strategis nasional dan proyek-proyek Ibukota Negara. Di antaranya, pembangunan proyek jalan tol, system penyediaan air minum (SPAM), bendungan, pembangkit listrik, pembangunan smelter, dan proyek jaringan distribusi utama SPAM.
Baca Juga
Wijaya Karya (WIKA) Himpun Kontrak Baru Rp 21,44 Triliun, Ini Daftar Proyeknya
Dalam rangka merealisasikan pembangunan proyek-proyek strategis tersebut, manajemen WIKA menyebutkan, perseroan membutuhkan tambahan pendanaan untuk memperkuat struktur permodalan melalui PMHMETD.
Aksi korporasi ini akan direalisasikan setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 21 Desember 2023.

