WIKA Siapkan Skema Rights Issue untuk Serap PMN Rp 6 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan konstruksi pelat merah, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) berencana menyiapkan skema penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMTED) atau right issue sebagai langkah menyerap penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 6 triliun.
Sekretaris Perusahaan WIKA Mahendra Vijaya menyebut, selain dengan pemerintah, WIKA juga memberikan kesempatan kepada pemegang saham publik untuk ikut membeli saham lewat skema rights issue.
Baca Juga
Serap Capex Rp 125 Miliar, Bundamedik (BMHS) Ungkap Investasi Ini
Adapun PMN tersebut sudah disetujui oleh pemerintah serta dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024. Dana itu rencananya dikucurkan pada triwulan I-2024, sesuai dengan target Perseroan.
Dari skema tersebut, Perseroan berpotensi menyerap dana maksimum Rp 3,2 triliun. Saat ini, masyarakat memiliki porsi sebesar 35% saham WIKA, sedangkan pemerintah sebesar 65%.
Kendati demikian, lanjutnya, WIKA akan tetap melihat seberapa besar antusias dan kesanggupan pemegang saham publik dalam menyerap rights issue yang dilepas, meski mengharapkan hasil yang terbaik.
Baca Juga
Instansi Pemerintah Kejar Serapan Anggaran, Pertumbuhan Uang beredar akan Meningkat
"Kami harapkan rights issue ini bisa memberikan hasil yang baik sehingga publik bisa memberi kepercayaan ke WIKA melalui pembelian saham kami dan membantu likuiditas perseroan," tuturnya dalam konferensi pers "Pubex Live 2023" di Jakarta, Senin (27/11/2023).
.
Apabila nantinya masyarakat tidak bisa menyerap rights issue dengan maksimal dan sesuai target, dia menyebut peluang WIKA untuk mendapatkan dana dari publik akan berkurang.
Namun, WIKA saat ini sedang menyiapkan model keuangan atau financial model yang relatif konservatif, serta melihat kondisi pasar di industri konstruksi.
“Intinya, kami akan berbuat yang terbaik meskipun belum bisa menawarkan dan mendorong investor publik untuk bisa memiliki saham WIKA yang nanti akan kami lepas pada rights issue,” kata Mahendra.
Selain itu, perseroan merencanakan divestasi aset investasi berupa kepemilikan di beberapa ruas jalan tol. Mahendra mengatakan, terdapat 5 ruas jalan tol yang akan dilepas kepemilikannya.
“Perseroan berencana melepas aset-aset investasi berupa kepemilikan jalan tol, terdapat 5 ruang jalan tol, yang mana WIKA melakukan penyertaan modal, di dalamnya ada yang minoritas dan ada yang mayoritas. Nanti kita lihat seberapa besar besarannya,” pungkasnya. (CR-5)

