Rancang Lepas Saham Treasury, Saham PTPP Langsung Ditutup Anjlok
JAKARTA, investortrust.id – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berencana melepas saham hasil pembelian kembali (buy back) atau saham treasury ke pasar. Total saham yang akan dilepas mencapai 14,55 juta saham.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTPP Agus Purbianto mengatakan, saham hasil pembelian kembali akan dialihkan dengan cara dijual di Bursa Efek Idnonesia (BEI). Total saham yang akan dialihkan mencapai 14,55 juta saham.
Baca Juga
“Perseroan telah menunjuk BRI Danareksa Sekurtias sebagai agen penjualan saham treasuri tersebut. Saham tersebut akan dilepas mulai 8 Maret hingga 8 September 2024,” tulisnya dalam penjelasan remsinya di BEI, Jakarta, Senin (19/2/2024).
Sementara itu, saham PTPP ditutup anjlok Rp 40 (7,17%) menjadi Rp 520. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 510-575 sepanjang hari ini. Dengan harga penutupan Rp 520, perseroan berpotensi meraup dana Rp 7,56 miliar.
Tahun 2023, PTPP mencatatkan peningkatan perolehan kontrak baru menjadi Rp 31,67 tirliun sepanjang 2023. Angka tersebut menunjukkan kenaikan tipis sebanyak 1,54% dari realisasi tahun 2022 sebanyak Rp 31,19 triliun.
Sekretaris Perusahaan PTPP Bakhtiyar Efendi mengatakan, kontrak baru tersebut didominasi oleh pemerintah dengan kontribusi 42,79%, swasta sebesar 37,20%, dan BUMN mencapai 20,01%. Adapun perolehan kontrak baru berasal dari beberapa sektor, seperti sektor jalan & jembatan sebesar 34,64%, gedung sebesar 31,71%, perkeretaapian sebesar 11,22%, bandara sebesar 7,21%.
Baca Juga
Anak Usaha PTPP Lego Saham di Perusahaan Pembangkit Mini Hidro
Perseroan juga mendapatkan kontrak baru proyek pelabuhan dengan kontribusi 4,81% terhadap total kontrak. Proyek bendungan menyumbang 4,44%, industri sebesar 3,44%, irigasi sebesar 1,25%, pembangkit listrik sebesar 0,65%, dan migas mencapai 0,63%.
Sedangkan proyek baru yang dimenangkan perseroan pada Desember 2023 terdiri atas proyek pembangunan terminal BBM Biak (Sisi Laut) senilai Rp 393 miliar, dermaga shiplift Block A-B senilai Rp 275 miliar, dan pembangunan RSPON Jakarta senilai Rp 258 miliar.
