Dieksekusi BRI Danareksa Sekuritas, PTPP Siap Lepas 14 Juta Saham Treasuri
JAKARTA, investortrust.id – Emiten jasa konstruksi pelat merah, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mengumumkan rencana pengalihan saham hasil pembelian kembali (saham treasuri) sebanyak 14,55 juta melalui penjualan kembali ke pasar saham.
Direktur Keuangan PTPP Agus Purbianto mengatakan, rencana pelepasan saham treasuri tersebut akan dilakukan 14 hari setelah pengumuman keterbukaan informasi yang disampaikan ke publik, Senin (19/02/2024).
“Kami telah menunjuk PT BRI Danareksa Sekuritas sebagai Anggota Bursa yang akan melakukan penjualan saham treasuri tersebut di Bursa Efek Indonesia,” urai Agus dikutip dalam pernyataannya.
Baca Juga
Bos Adira Finance (ADMF) Harap Akuisisi Mandala Finance (MFIN) Rampung Semester I-2024
Sebelumnya, rencana penjualan saham treasuri akan dilakukan Perseroan pada periode 9 Oktober hingga 31 Desember 2023. Namun rencana tersebut diperpanjang pada tahun ini.
“Perseroan telah menyampaikan perpanjangan jangka waktu penjualan saham treasuri sebelumnya dengan tetap memperhatikan Pasal 15 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nmor 30/POJK.04/2017 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka,” pungkasnya.
Baca Juga
Sambut Transisi Pemerintahan, BUMN Patok Dividen Rp 85 Triliun di 2024
Sebagai catatan, harga saham PTPP tercatat ditutup pada level Rp 515 per saham pada Senin (19/02/2024). Harga tersebut menunjukan penurunan sebesar 8,04% dari harga sebelumnya.
Terkait kinerja, PTPP berhasil mencatatkan kontrak baru senilai Rp 3,5 triliun sepanjang Januari 2024. Angka tersebut setara dengan peningkatan sebanyak 99,9%, dibandingkan bulan sama tahun lalu.
Sekretaris Perusahaan PTPP Bakhtiyar Efendi mengatakan, perolehan kontrak baru ini didominasi kontrak baru dengan sumber dana pemerintah sebesar 90,50%, BUMN sebesar 7,76%, dan swasta sebesar 1,74%.
Sebelumnya, PTPP mencatatkan peningkatan perolehan kontrak baru menjadi Rp 31,67 tirliun sepanjang 2023. Angka tersebut naik tipis sebanyak 1,54% dari realisasi tahun 2022 sebanyak Rp 31,19 triliun.

