Saham Murah Bertebaran, Sinarmas Sekuritas: Momen Sempurna untuk Akumulasi
JAKARTA, investortrust.id - Head of Institutional Research Sinarmas Sekuritas (SimInvest), Isfhan Helmy, menyebut, apabila skenario perang antara Iran dan Israel berlanjut, maka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi turun hingga mencapai level 7.000.
Oleh sebab itu, dia menilai saat ini adalah momen yang tepat untuk membeli saham fundamental baik dengan harga yang murah.
“Kami berpendapat bahwa penurunan yang terjadi saat ini merupakan peluang sempurna untuk mendapatkan penawaran yang baik, terutama bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki prospek pertumbuhan cerah dan profitabilitas yang stabil,” jelasnya dalam Monthly Market Update ‘Dampak Perang Iran - Israel Terhadap Pasar di Indonesia' secara virtual, Selasa (23/4/2024).
Lebih lanjut kata dia, saat ini saham-saham dengan kapitalisasi besar sudah mengalami penurunan hingga 10%, lebih dalam dari penurunan IHSG yang hanya sebesar 4% hingga saat ini.
Sebagaimana diketahui, Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), hari ini (23/4/2024), ditutup menguat sebesar 36,99 poin (0,52%) menjadi 7.110,81.
Baca Juga
Ia berpendapat, bahwa pelemahan IHSG yang hanya turun 4% tersebut disebabkan oleh meningkatnya kontribusi dari kelompok Barito seperti BREN dan TPIA.
“Oleh karena itu, kami berpendapat bahwa melihat indeks IDX30 yang turun 9,5% dari puncaknya baru-baru ini, akan lebih mencerminkan situasi pasar secara luas,” tuturnya.
Lebih lanjut, Sinarmas Sekuritas juga melihat potensi reversal pada saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dikarenakan valuasi sudah menyentuh level 2 standar deviasi di bawah rata-rata P/E 5 tahun di angka 11,7 kali. Sehingga, Sinarmas Sekuritas merekomendasikan BUY untuk TLKM dengan target price (TP) IDR 4.200 (30% potensi kenaikan).
Baca Juga
Saat IHSG Rebound, Asing masih Lanjut Net Sell BBRI dan TLKM
Di sisi lain, Sinarmas juga menjagokan beberapa saham dengan fundamental bagus seperti PT Indofood CBP Tbk - ICBP (BUY, TP Rp 12.750, 26% potensi kenaikan),
Lalu saham PT Sumber Alfaria Tbk - AMRT (BUY, TP Rp 3.250, 16% potensi kenaikan), PT Mayora Indah Tbk - MYOR (BUY, TP Rp 2.820, 21% potensi kenaikan).
“Untuk sektor perbankan kami menyukai Bank Mandiri - BMRI (BUY, TP Rp 8.150, 22% potensi kenaikan), dan Bank Negara Indonesia – BBNI (BUY, TP Rp 6.475, 22% potensi kenaikan),” ujarnya.
Sinarmas Sekuritas menyarankan investor agar tetap tenang dan memanfaatkan penurunan harga saham saat ini sebagai entry point dengan harga yang terdiskon. (CR-4)

