Sinarmas Sekuritas Sarankan Akumulasi Bertahap Saham Big Caps Ini, Kenapa?
JAKARTA, investortrust.id - Kondisi ketidakpastian ekonomi luar negeri mendatangkan sentimen negatif terhadap pergerakan pasar saham beberapa waktu terakhir.
Mencermati kondisi ini, Simarmas Sekuritas menyarankan pelaku pasar untuk menerapkan strategi akumulasi secara perlahan, terutama pada saham-saham big caps yang memiliki quality growth dan tidak begitu terpengaruh terhadap kondisi-kondisi makro.
Adapun saham pilihan dari Sinarmas adalah BBNI dan BBRI. Ia menilai, walaupun kedua saham memiliki outflow yang besar namun kedua perusahaan dapat meng-guide kondisi turbulence seperti volatilitas pasar.
“BNI memang NIM-nya itu turun tapi kalau dari sisi lain bank ini bisa menjaga asset quality-nya masih baik. Kemudian professional expense-nya itu bisa terjadi di reversal atau tidak sebesar tahun-tahun kemarin,’’ urai Institutional Research Sinarmas Sekuritas, Isfhan Helmy dalam Market Outlook: Surviving The Japanese Carry Trade and Rising Geopolitical Tension, Jumat (9/8/2024).
Baca Juga
MSTI Diproyeksi Mampu Capai Target Kinerja, Intip Rekomendasi Sahamnya
Untuk itu dia berkeyakinan secara perlahan, bottom line BNI masih bisa tumbuh cukup positif tahun ini. Sementara itu, untuk BBRI, Sinarmas menilai Manajemen BBRI berhasil membuat cost of credit cukup terjaga hingga pada kuartal II-2024.
“Tapi kita masih melihat bahwa ada resiko bahwa special mention loans (SML) itu menurun, tapi sejauh ini kita melihat bahwa non-performing loans (NPL) masih cukup aman di kuartal-II. Kita akan tunggu di kuartal III seperti apa, dan apabila tidak terjadi penurunan secara masif harusnya market sudah mulai merasa nyaman dan mungkin flow akan balik lagi ke BRI,” jelas Isfhan.
Sinarmas mencermati, saham-saham big caps menjadi pusat flow yang cukup menarik, karena investor asing akan membeli saham big caps terlebih dahulu saat masuk ke pasar saham Indonesia.
Baca Juga
Kemenkominfo Blokir 32 Situs Konversi Pulsa Terkait Judi Online, Ini Daftarnya
“Potensinya seperti itu dan untuk Astra mungkin sementara ini kita in pipeline untuk me-reduce call kita dari buy menjadi add, karena kita melihat memang pemulihan dari auto sales ini masih belum terlalu maksimal dan juga secara flow juga belum banyak pergerakan asing di Astra,” tuturnya.
Sementara itu, Sinarmas juga menilai saham ICBP dan AMRT sebagai defensive play cukup menarik. “Kedua saham masih menyajikan pertumbuhan kinerja yang cukup menarik di kuartal II kemarin,” jelasnya.
Sedangkan, untuk saham mid caps beberapa pilihan Sinarmas adalah BRIS, BFIN, CTRA, NCKL, ELSA, DRMA, CNMA, dan ACES.

