Dibayangi Keputusan The Fed, Simak Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham Sepekan
JAKARTA, investortrust.id – Sejumlah data penting sektor keuangan dan investasi dijadwalkan rilis pekan ini, 18 – 22 September 2023.
Kebijakan dan arah suku bunga The Federal Reserve (The Fed) paling menyita perhatian. Bank sentral Amerika Serikat tersebut dijadwalkan menggelar Federal Open Market Commitee (FOMC) pada 19-20 September 2023.
Apapun kebijakan The Fed, bakal menjadi perhitungan bank-bank sentral lain di dunia dalam menentukan sikapnya terkait suku bunga mereka, begitu pula dengan Bank Indonesia (BI).
BI sendiri dijadwalkan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 23-24 September 2023 atau satu hari setelah FOMC.
Baca Juga
Dibuka Hari Ini, Begini Cara Daftar Naik Kereta Cepat Gratis
Analis PT Samuel Sekuritas Lionel Priyadi memperkirakan BI masih akan mempertahankan suku bunga acuan di 5,75% pada pengumuman RDG BI September ini.
Perkirakaan tadi mengacu pada potensi berlanjutnya defisit neraca berjalan stand alone pada kuartal III-2023. Selain itu The Fed diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuan pada level 5,5%.
‘’Akan tetapi, konsensus memperkirakan bahwa The Fed masih akan mempertahankan posisi kebijakan hawkish, yang mungkinkan menurunkan besaran siklus rate cuts 2024 dari 100 bps (4,5%) menjadi 75 bps (4,75%),’’ ujar Lionel dalam riset yang dirilis, Sabtu (16/9/2023).
Sementara itu, secara teknikal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpeluang menguat sepekan ke depan.
Tim Riset IIE mengakui peluang koreksi IHSG memang terbuka, tapi IHSG diyakini segera kembali berada di atas support uptrend line jangka pendek.
Baca Juga
Sepekan Semarak, Rata-Rata Nilai Transaksi Harian Saham Rp 13,44 Triliun
‘’Bila IHSG bisa bertahan di level tersebut, akan membuka peluang untuk kembali rally menuju target symmetrical triangle di 7.130,’’ tulis Tim IIE dalam riset mingguan yang dikutip, Minggu (17/9/2023).
Lebih lanjut dikatakan, level 7.021 merupakan titik penentuan, jika kenaikan IHSG tidak mampu menembusnya, maka potensi bearish terbuka lebar.
‘’Potensi koreksi lanjutan menuju poin A di 6.824 yang jika terlewati akan membuka peluang kembali koreksi menuju PRZ shark pattern di 6.668 – 6.571,’’ demikian IIE.
Berikut saham-saham yang perlu dicermati periode sepekan:
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
Koreksi tertahan support uptrend line jangka panjang di 8.950. Rebound dari level tersebut akan menguji resistance di 9.400 yang jika terlewati akan membuka peluang rally menuju 9.900.
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
Koreksi tertahan di poin A di 840. Bertahan di level tersebut akan membuka pelunag rally lanjutan menuju PRZ shark pattern di 875- 990.
PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
Break resistance kuat jangka panjang sejak bulan November 2021 di 1.060. Dalam jangka panjang, BRPT berpotensi membentuk double bottom dengan target di 1.645.
PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)
Break resistance di 460. Berpotensi membentuk VCP pattern. Break resistance kuat di 460 akan membuka peluang rally menuju target ascending triangle di 830.
PT Pertamina Geothermal Tbk (PGEO)
Rebound dari support up trendline di 1.150. Break last high di 1.455 akan membuka potensi rally lanjutan menuju 1.835. Indikator PSAR sudah mengonfirmasi sinyal beli.
PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP)
Break resistance kuat dan EMA200 di 660. Selama koreksi tertap bertahan di 660, PTPP berpotensi kembali rally menuju target inverted head and shoulders di 880.

