Intip Proyeksi IHSG Sepekan, 6 Saham Ini Jangan Sampai Lolos
JAKARTA, investortrust.id – Pasar saham diproyeksi masih akan bergerak positif seiring sentimen positif keputusan Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed) yang menahan suku bunga acuan (FFR) pada level 5,25% – 5,50%.
Untuk itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan saham pekan ini, 6-10 November 2023. Diketahui, pekan lalu IHSG tercatat naik 0,44% ke level 6.788.
Mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Hasan Zein Mahmud, mengatakan, euforia pasar saham tampak sudah dimulai pada pekan pertama November, di mana beberapa indikator pasar menunjukan penguatan.
Baca Juga
Gencar Diversifikasi Bisnis, Indika Energy (INDY) Realisasikan Capex Rp 1,62 Triliun
"IHSG nampaknya pelan pelan mau menghapus trend negatif 2,9% selama setahun terakhir, memulai Minggu pertama November dengan kenaikan 0,44%,’’ papar Hasan dalam pesan singkat yang dikutip, Minggu (5/11/2023).
Menurut dia, penguatan IHSG pada Minggu pertama November membuka peluang pasar saham dalam menyongsong November ceria.
Potensi penguatan pasar saham juga tampak dari indikator teknikal sebagaimana disampaikan oleh Investment Consultant Indonesia Investment Education (IIE), Rifa Efendy saat diskusi daring bertema “Coffee Talk with Consumer Sector Expert” pada Sabtu, (4/11/2023).
Baca Juga
Perkuat Bisnis Bongkar Muat, Mitra Investindo (MITI) Tambah 29% Saham Anak Usaha
Rita menyebut, IHSG telah mencapai target head and shouders dan break resistance downtrend line di level 6.760. Untuk itu kata dia, IHSG berpotensi membentuk falling wedges pattern dengan target di level 6.987. “Indikator PSAR (Parabolic Stop and reserve) sudah mengonfirmasi sinyal buy” kata Rita.
Meski begitu, IIE tidak menapik adanya potensi bearish, terutama bila IHSG gagal melewati kijunsen dan resistance FR50% di level 6.813. “Jika, gagal break level tersebut maka IHSG berpotensi koreksi ke level 6.639,’’ tutur Rita.
Mencermati potensi pergerakan IHSG tersebut, IIE mengamati 6 saham yang patut dicermati pemodal sepekan ke depan, yaitu: PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).
Berikut target harga saham-saham dimaksud:
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
• Koreksi tertahan disekitar support 5,500. • Dalam jangka panjang BMRI masih berpeluang membentuk cup with handle menuju target di 6,800. • Indikator PSAR sudah mengonfirmasi sinyal beli.
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)
• Break resistance downtrend line dan last high di 66 & 70. • Tetap bertahan di 70 ketika koreksi, maka GOTO akan kembali rally menuju 89. • Indikator PSAR sudah mengonfirmasi sinyal beli.
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
• Koreksi dan tertahan di EMA200hari serta FR61.8% di 1,170. • Rebound lanjutan akan menuju FR38.2% di 1,325 dan FR50% 1,380. •ema200
PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)
• Bergerak sideways disekitar support di 460. • Berpotensi membentuk VCP pattern. • Bertahan di 460 akan membuka peluang rally menuju target ascending triangle di 830.
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA)
• Bergerak sideways dalam beberapa hari dengan volume yang relatif kecil. • Dalam jangka panjang, TPIA masih berpotensi membentuk pennant pattern dengan target di 3,750. • Overall TPIA masih uptrend.
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)
• Menguat dan akan tes resistance downtrend line serta last high di 575. • Break level tersebut, SMRA akan kembali rally menuju target di 655. • Indikator PSAR sudah mengonfirmasi sinyal beli.

