Proyeksi IHSG dan Menu Saham Sepekan, Cermati ADRO, ITMG, BUKA, BFIN, MIDI dan BBHI
JAKARTA, investortrust.id – Pasar saham diperkirakan masih bergerak di teritori positif sepekan ke depan, 4-8 September 2023.
Sebelumnya, dua pekan berturut-turut, pasar saham ditutup positif. Sepekan terakhir, indeks harga saham gabungan (IHSG) tercatat menguat 1,19% ke level 6.977,654, sedangkan dua pekan lalu IHSG ditutup menguat 0,52%.
Tim Riset IIE memaparkan dua skenario pergerakan IHSG sepekan ke depan. Untuk skenario bullish IHSG diramal berpeluang menggapai target resistance 7.130.
Baca Juga
Wahai Investor, Saham UNIT dan OCAP Mau Didepak dari Lantai Bursa Nih
‘’Target 7.130 bisa terjadi bila IHSG mampu break pada resistance 6.960 dan tetap bertahan di level tersebut,’’ demikian Tim IIE yang dikutip, Minggu (3/9/2023). Sebaliknya skenario bearish bisa terjadi bila IHSG break di level 6.966 namun membentuk gravestone doji.
Pada pekan ini pasar saham akan cenderung mengekor bursa-bursa utama dunia terutama Wall Street. Pelaku pasar global cukup yakin The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,25% - 5,5% pada pertemuan 19-20 September 2023.
Sementara di dalam negeri, optimisme pemodal ditopang oleh angka inflasi yang rendah. Data Badan Pusat Statistik menunjukan sepanjang Agustus terjadi deflasi 0,02%. Sedangkan inflasi tahunan tercatat 3,27%.
Baca Juga
Terkait saham-saham pilihan yang jadi menu investasi pekan depan, dalam kesempatan berbeda Analis PT BCA Sekuritas Achmad Yaki menyajikan enam saham yang perlu dicermati. ‘’ADRO, ITMG, BBHI, BUKA, BFIN dan MIDI layak diperhatikan sepekan ke depan,’’ papar Achmad Yaki yang dipantau dalam sebuah webinar, akhir pekan ini.
Untuk saham PT Adaro Energy Indonesia (ADRO) BCA Sekuritas memandang, kenaikan harga batu bara menjadi katalis positif ADRO, selain itu kenaikan harga saham PT Adaro Minerals Tbk (ADMR) yang cukup tinggi diyakini juga akan mendorong penguatan ADRO.
‘’Buy ADRO jika break di atas 2.700, karena memang disitu kuncian awalnya. Rekomendasi buy on weakness pada level 2.620 – 2.650,’’ paparnya. Adapun target price (TP) ADRO berada di level Rp 2.800 – 2.870.
Saham PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) bisa diperhatikan jika rebound di atas 1.610, target saham ini dipatok pada level 1.655 dan 1.665 sebagai TP 1 sedangkan TP 2 pada level 1.675 hingga 1.700.
Baca Juga
Ratusan Mobil Listrik Bakal Hilir-Mudik di KTT ASEAN, Ada BMW, Hyundai, TAM hingga Wuling
Masih di jajaran saham teknologi, saham PT Bukalapak Tbk (BUKA) direkomendasikan trading buy. Bila terjadi koreksi pada area 226 – 236 saham ini bisa untuk buy on weakness. Adapun target BUKA dipatok TP 1 Rp 238 – Rp 250, sedangkan TP 2 Rp 258 – Rp 268.
Saham PT BFI Finance Tbk (BFIN) juga masuk dalam jajaran rekomendasi. BCA Sekuritas lebih memandang faktor fundamental, di mana BFIN dipastikan memiliki kemampuan dana untuk membayar obligasi jatuh tempo. Selain itu pendapatan dan pembiayaan pihak ketiga masih tumbuh 35%, ditambah sentimen sepeda motor listrik
‘’Potensi buy jika rebound dan bertahan di atas 1.220,” kata Achmad. Adapun TP 1 BFIN dipatok level Rp 1.260 – Rp 1.280 sedang TP 2 Rp 1.350 – Rp 1.355.
Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) juga layak dicermati seiring rencana pembagian dividen interim. Ahmad bilang dividend yield ITMG masih tinggi lebih dari 9%. Target price I ITGM dipatok Rp 29.350 dan 29.500 sedangkan TP 2 Rp 29.950 dan Rp 30.200.
Terakhir saham PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) yang berpotensi menguat setelah saham ini kembali masuk dalam jajaran saham margin. ‘’Bisa diakumulasi bila break di harga Rp 458 sampai 470, cenderung masih bullish,’’ ujarnya.

