Resmi Melantai di BEI, Saham Agro Bahari (UDNG) Menguat 10%
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan budidaya tambak udang PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) resmi mencatatkan saham perdana di papan akselarasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, (31/10/2023).
UDNG tercatat sebagai emiten ke-74 yang listing di BEI sepanjang tahun 2023.
Sesaat setelah listing, saham UDNG naik 10% atau menembus auto rejection atas (ARA) menjadi Rp 110 per saham dengan frekuensei saham sebanyak 999 kali dan volume perdagangan sebanyak 152 ribu saham senilai Rp 1,6 miliar.
Direktur Utama UDNG, Vicent Lukito, mengatakan, UDNG didirikan pada tahun 2019 dengan memiliki 6 tambak udang di Kepulauan Bangka Belitung, dan saat ini sudah memiliki 16 tambak udang intensif dan super intensif dengan produksi mencapai 400 ton udang kualitas ekspor.
Baca Juga
Pangkas Utang Bank Rp 1,3 Triliun, Laba Alfa Midi (MIDI) Melambung 26,26%
“Melalui IPO ini kami berkomitmen untuk terus melakukan ekspansi bisnis kami, sekaligus memperkuat tata kelola yang baik sebagai Perusahaan public,” paparnya saat pencatatan perdadana saham UDNG di Bursa Efek Indonesia, Selasa (31/10/2023).
Sebelumnya, UDNG telah menggelar rangkaian proses initial public offering (IPO) dengan melepas sebanyak 500 juta lembar saham ke publik. Jumlah saham yang ditawarkan tersebut mencerminkan 27,50% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan pasca IPO.
Proses penjatahan saham telah dilakukan pada 27 Oktober 2023, dengan harga pelaksanaan IPO Rp 100 per saham, sedangkan harga nominal saham tercatat Rp 10. Artinya UDGN berhasil mendapat segar Rp 50 miliar.
Perseroan menunjuk PT MNC Sekuritas dan PT KB Valbury Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi dalam IPO tersebut.
Baca Juga
Paramita Bangun (PBSA) Tebar Dividen Interim Rp 120 Miliar, Simak Ketentuannya
Perseroan juga mencatatkan sebanyak 400 juta Waran Seri I atau sebesar 32% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran. Waran ini diberikan gratis kepada setiap pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada Tanggal Penjatahan.
Dalam prospektus IPO disebutkan, Waran Seri I adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham Perseroan dengan nilai nominal Rp 10 setiap saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 105 setiap saham.
Waran Seri I dapat dilaksanakan menjadi saham Perseroan sejak 6 bulan setelah diterbitkan dan memiliki jangka waktu berlaku hingga 6 bulan berikutnya. Masa berlaku Waran Seri I adalah sejak tanggal 30 April 2024 sampai dengan 29 Oktober 2024. Adapun total hasil pelaksanaan Waran Seri I Rp 42 miliar.
Sementara terkait penggunaan dana hasil IPO, akan dialokasikan sekitar 88,89% untuk ekspansi bisnis dengan membangun tambak udang baru yang direncanakan berlokasi di daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui anak usaha PT Marina Bahari Sentosa (MBS), dalam bentuk penyetoran modal yang diestimasikan akan beroperasi 6-12 bulan setelah dana hasil IPO.
Kemudian, sekitar 18,19% akan digunakan untuk modal kerja meliputi pembelian benur, pakan udang, mineral dan probiotik yang dilakukan melalui pembelian jual-beli putus serta untuk 6 biaya operasional gaji, listrik, biaya umum operasional, serta untuk penggunaan tenaga ahli dalam penyusunan dokumen untuk legalitas.

