Listing Selasa, Begini Valuasi Agro Bahari (UDNG) Dibanding Saham Sejenis
JAKARTA, investortrust.id - Perusahaan budidaya tambak udang PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) akan menjadi emiten ke-74 yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pencatatan saham dijadwalkan berlangsung Selasa, (31/10/2023).
Sebelumnya, IDNG telah menggelar rangkaian proses initial public offering (IPO) dengan melepas sebanyak 500 juta lembar saham ke publik. Jumlah saham yang ditawarkan tersebut mencerminkan 27,50% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan pasca IPO.
Proses penjatahan saham telah dilakukan pada 27 Oktober 2023, dengan harga pelaksanaan IPO Rp 100 per saham, sedangkan harga nominal saham tercatat Rp 10.
Artinya UDGN berhasil mendapat permintaan maksimal dari rentang harga penawaran awal (bookbuilding) Rp 90 – Rp 100 per saham. Dengan begitu Perseroan berhasil meraup dana segar Rp 50 miliar.
Baca Juga
Harga Emas Antam Stagnan Rp 1,136 Juta per Gram, Cek Rinciannya
Perseroan menunjuk PT MNC Sekuritas dan PT KB Valbury Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi dalam IPO tersebut.
Tim Riset Surya Fajar Sekuritas (SF Sekuritas) menyebut, harga pelaksanaan IPO Rp 100 per saham mencerminkan price earning ratio annualized sebesar 36 kali, berarti harga perdana tersebut tidak murah jika dibanding sektornya.
SF Sekuritas mengatakan dalam riset yang diterbikan belum lama bahwa, rata-rata PE perusahaan udang yang listing di BEI tercatat pada level 19,5 kali untuk PE Annualized.
Namun bila dibandingkan dengan saham PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS) di level 43,6 kalu, PE UDNG masih relatif lebih rendah. Tapi bila dibandingkan dengan PT Panca Mitra Multiperdana (PMMP) pada level 7,02 kali dan PT Central Proteina Prima (CPRO) 8,01 kali, maka valuasi UDNG jauh lebih mahal.
Sebagai pemanis, Perseroan juga menerbitkan sebanyak 400 juta Waran Seri I atau sebesar 32% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran. Waran ini diberikan gratis kepada setiap pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada Tanggal Penjatahan.
Baca Juga
Agro Bahari (UDNG) Cari Modal untuk Bangun Tambak Udang di Babel lewat IPO
Ketentuan pemberian waran yaitu, setiap pemegang 5 saham baru akan memperoleh 4 Waran Seri I di mana setiap 1 Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru Perseroan yang dikeluarkan dalam portepel.
Dalam prospektus IPO disebutkan, Waran Seri I adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham Perseroan dengan nilai nominal Rp10 setiap saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp105 setiap saham.
Waran Seri I dapat dilaksanakan menjadi saham Perseroan sejak 6 bulan setelah diterbitkan dan memiliki jangka waktu berlaku hingga 6 bulan berikutnya. Masa berlaku Waran Seri I adalah sejak tanggal 30 April 2024 sampai dengan 29 Oktober 2024. Adapun total hasil pelaksanaan Waran Seri I Rp 42 miliar.
Sementara terkait penggunaan dana hasil IPO, akan dialokasikan sekitar 88,89% untuk ekspansi bisnis dengan membangun tambak udang baru yang direncanakan berlokasi di daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui anak usaha PT Marina Bahari Sentosa (MBS), dalam bentuk penyetoran modal yang diestimasikan akan beroperasi 6-12 bulan setelah dana hasil IPO.
Kemudian, sekitar 18,19% akan digunakan untuk modal kerja meliputi pembelian benur, pakan udang, mineral dan probiotik yang dilakukan melalui pembelian jual-beli putus serta untuk 6 biaya operasional gaji, listrik, biaya umum operasional, serta untuk penggunaan tenaga ahli dalam penyusunan dokumen untuk legalitas.

