Agro Bahari (UDNG) Cari Modal untuk Bangun Tambak Udang di Babel lewat IPO
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan budidaya tambak udang PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) menggelar rangkaian proses initial public offering (IPO) dengan melepas sebanyak 500 juta lembar saham ke publik.
Jumlah saham yang ditawarkan tersebut mencerminkan 27,50% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan pasca IPO. Harga nominal saham tercatat Rp 10.
Saat ini perseroan sedang melakukan penawaran umum awal saham atau bookbuilding, yang berlangusung sejak 6 Oktober 2023. Hari ini, Kamis (12/10/2023) merupakan haris terakhir kegiatan bookbuilding.
Baca Juga
Sekuritas Ini Rekomendasikan Sell 4 Saham Bank Besar, Intip Target Harganya
Dalam bookbuilding, UDNG memasang rentang harga Rp 90 – Rp 100 per saham. Bila IPO ini berhasil mendapat penawaran harga maksimal Rp 100, maka perseroan akan meraup dana segar Rp 50 miliar.
Perseroan menunjuk PT MNC Sekuritas dan PT KB Valbury Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi dalam IPO tersebut.
Sebagai pemanis, Perseroan juga menerbitkan sebanyak 400 juta Waran Seri I atau sebesar 32% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran. Waran ini diberikan gratis kepada setiap pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada Tanggal Penjatahan.
Ketentuan pemberian waran yaitu, setiap pemegang 5 saham baru akan memperoleh 4 Waran Seri I di mana setiap 1 Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru Perseroan yang dikeluarkan dalam portepel.
Baca Juga
Prakiraan Cuaca 12 Oktober: Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini
Dalam prospectus IPO disebutkan, Waran Seri I adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham Perseroan dengan nilai nominal Rp10 setiap saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp100 – Rp 110 setiap saham.
Waran Seri I dapat dilaksanakan menjadi saham Perseroan sejak 6 bulan setelah diterbitkan dan memiliki jangka waktu berlaku hingga 6 bulan berikutnya. Masa berlaku Waran Seri I adalah sejak tanggal 30 April 2024 sampai dengan 29 Oktober 2024. Adapun total hasil pelaksanaan Waran Seri I maksimal Rp44 miliar.
Sementara terkait penggunaan dana hasil IPO, akan dialokasikan sekitar 88,89% untuk ekspansi bisnis dengan membangun tambak udang baru yang direncanakan berlokasi di daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui anak usaha PT Marina Bahari Sentosa (MBS), dalam bentuk penyetoran modal yang diestimasikan akan beroperasi 6-12 bulan setelah dana hasil IPO.
Kemudian, sekitar 18,19% akan digunakan untuk modal kerja meliputi pembelian benur, pakan udang, mineral dan probiotik yang dilakukan melalui pembelian jual-beli putus serta untuk 6 biaya operasional gaji, listrik, biaya umum operasional, serta untuk penggunaan tenaga ahli dalam penyusunan dokumen untuk legalitas.

