Volume Penjualan Bijih Nikel akan Melesat, Target Saham Antam (ANTM) Direvisi Naik
JAKARTA, investortrust.id – Target harga saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) direvisi naik, seiring dengan ekspektasi peningkatan volume penjualan bijih nikel perseroan sepanjang tahun ini. Kenaikan volume penjualan tersebut diharapkan menjadi bantatan di tengah penurunan harga nikel global.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Hasan Barakwan mengatakan, penjualan bijih nikel perseroan tahun ini diprediksi tetap kuat setelah tahun lalu mencapai 11,7 juta ton atau melampaui target manajemen sebanyak 9,4 juta ton.
Baca Juga
Likuiditas Tinggi, Saham Antam (ANTM) Tetap Masuk Indeks Saham Unggulan
“Permintaan bijih nikel diprediksi tetap tinggi. Sedangkan pasokan bijih nikel kemungkinan terbatas akibat ketatnya pengawasan pemerintah terhadap pertambangan nikel,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Dengan latar belakang tersebut, dia mengatakan, Antam kemungkinan menggenjot volume produksi dan penjualan bijih nikel tahun ini dengan target bertumbuh 36,4% menjadi 15 juta ton. Perseroan akan menggenjot penjualan didukung kemampuan besar untuk menaikkan volume produksi.
Lompatan volume penjualan tersebut diharapkan berdampak terhadap peningkatan kinerja keuangan perseroan tahun ini. Bahkan mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target laba bersih ANTM sebanyak 22,7% menjadi Rp 3,6 triliun tahun ini.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target harga saham ANTM dari Rp 1.960 menjadi Rp 2.100 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target harga tersebut mempertimbangkan bahwa perseroan akan menggenjot volume penjualan di tengah penurunan harga nikel global.
Danareksa Sekuritas memperkirakan peningkatan pendapatan ANTM menjadi Rp 43,80 triliun tahun ini, dibandingkan perkiraan tahun lalu Rp 40 triliun. Laba bersih diproyeksikan mencaapi Rp 3,63 triliun tahun 2024, dibandingkan proyeksi tahun 2023 senilai Rp 3,50 triliun.
Baca Juga
IHSG Sesi I Lagi-lagi Melesat 46 Poin, Saham LAJU, TPIA, dan HUMI Perkasa
Sebelumnya PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam bersama dengan Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd. (CBL) telah menuntaskan divestasi saham PT Sumberdaya Arindo (SDA) dan PT Feni Haltim.
Kedua transaksi terdiri atas penjualan sebanyak 49% saham SDA kepada Hong Kong CBL Ltd, yaitu perusahaan yang dikendalikan CBL. Penjualan tersebut bagian dari rencana perseroan untuk pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia. Transaksi tersebut dibayarkan secara tunai mencapai US$ 416,5 juta kepada Antam.
Perseroan juga menjual sebanyak 10% saham miliknya di PT Heni Haltim kepada PT International Mineral Capital, yaitu anak usaha perseroan yang menjalankan usaha bidang pembiayaan, modal ventura, dan aktivitas perusahaan holding. Nilai trasaksi divestasi FHT tersebut mencapai Rp 781,20 miliar.
CBL adalah anak usaha Guangdong Brunp Recycling Technology Co Ltd (Brunp). Dan Brunp merupakan anak Contemporary Amperex Technology Co Ltd atau CATL, produsen baterai kendaraan listrik terbesar dunia asal Tiongkok.
Estimasi Kinerja Keuangan ANTM
