IHSG Sesi I Anjlok 32 Poin, Saham BOLT dan CAKK Tetap Perkasa
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (18/12/2023), ditutup melemah 32,83 poin (0,46%) menjadi 7.158,16. IHSG bergerak dalam rentang 7.142,73-7.192,89 dengan nilai transaksi Rp 5,61 triliun.
Baca Juga
Kantong-Kantong Baru Pendapatan Jasa Marga (JSMR) yang Bikin Sahamnya Atraktif
Pelemahan indeks dipicu atas penurunan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor teknologi 1,76%, sektor konsumer non primer 1,59%, sektor transportasi 1,58%, sektor keuangan 0,62%, dan sektor industry 0,29%.
Sebaliknya penguatan melanda saham sektor material dasar sekitar 1,06%, sektor properti 0,32%, sektor kesehatan 0,26%, dan sektor konsumer primer.
Meski IHSG terkoreksi, kelima saham ini masih mampu cetak lompatan harga, yaitu saham PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) naik Rp 150 (20,98%) menjadi Rp 865 dan saham PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk (CAKK) naik Rp 26 (18,37%) menjadi Rp 175.
Baca Juga
Dolar Melemah, Indonesia Bakal Kesandung Penurunan Harga Komoditas
Penguatan juga melanda saham PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) naik Rp 34 (13,18%) menjadi Rp 292, PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE) melesat Rp 14 (12,39%) menjadi Rp 127, dan PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT) naik Rp 7 (10,61%) menjadi Rp 73.
Sebaliknya penurunan dalam melanda kelima saham berikut, yaitu saham PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM), PT NFC Indonesia Tbk (NFCX), PT Sumber Global Energy TbK (SGER), PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT), PT Bank Jago Tbk (ARTO), dan PT Lippo General Insurance Tbk (LGPI).

