Saham Google Melesat 10% Sepekan, Motornya Cloud, Iklan, dan Prospek AI
JAKARTA, investortrust.id - Harga saham Alphabet naik 10% sekana sepekan terakhir . Lonjakan terjadi setelah induk usaha Google itu melaporkan pendapatan kuartal kedua yang menunjukkan tren pertumbuhan di tengah pasar iklan yang penuh tantangan.
Harga saham Alphabet terpantau melesat mencapai $132,58 pada penutupan pasar Jumat (28/7), atau Sabtu waktu Indonesia. Level harga baru ini menjadi harga penutupan tertinggi dalam lebih dari satu tahun.
Google menjadi topik perpinjangan hangat tahun ini berkaitan dengan praktik bisnis inti pencariannya. Wacana ini mengemuka setelah pasar iklan digital menurun dan potensi jangka panjang untuk chatbot kecerdasan buatan mengambil lalu lintas pengguna.
Namun, dalam laporan pendapatan kuartal kedua pada hari Selasa (26/7) waktu AS, perseroan menunjukkan telah memiliki banyak cara untuk berhasil mengatasi tantangan-tantangan tersebut. Pendapatan Alphabet terbukti meningkat 7% menjadi $74,6 miliar dari $69,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pasar iklan online yang menjadi pasar sulit dalam setahun terakhir, tetap lambat karena kekhawatiran ekonomi dan pemangkasan biaya perusahaan. Pada segmen ini, pendapatan iklan Google hanya meningkat 3,3% dari tahun sebelumnya.
Meski demikian, pencapaian ini merupakan peningkatan dari kuartal pertama ketika pendapatan iklan turun. Hal ini terjadi setelah laporan kuartal kedua Snap yang mengeluarkan perkiraan yang mengecewakan, menyebabkan sahamnya turun hampir 20%.
Unit YouTube dan Cloud Google juga menunjukkan pertumbuhan pendapatan meskipun persaingan kin ketat. "Pertumbuhan pendapatan melampaui pertumbuhan pengeluaran untuk pertama kalinya dalam beberapa waktu," tulis analis Bernstein dalam catatan setelah laporan pendapatan sebagaimana dikutip CNBC International.
Kenaikan saham Google terjadi saat kepala keuangan Alphabet, Ruth Porat, mengumumkan bahwa dia akan meninggalkan posisinya setelah delapan tahun. Selanjutnya dia akan mengemban tugas baru yang ditunjuk presiden dan kepala bagian investasi.
Pendapatan dari bisnis pencarian, yang selama ini menjadi porsi terbesar dari bisnis iklan Google, juga mengalami pertumbuhan yang stabil selama kuartal terakhir.
Kabar ini melegakan para investor yang sempat khawatir bahwa pengguna pencarian tradisional akan beralih ke chatbot generatif kecerdasan buatan dari OpenAI dan Microsoft.
