Momentum Pertumbuhan Berlanjut, Target Harga Saham BBCA Direvisi Naik
JAKARTA, investortrust.id – Penurunan biaya kredit menjadikan laba bersih PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melesat. Pertumbuhan kredit yang kuat juga diikuti dengan penurunan biaya kredit menjadikan keuntungan perseroan melesat sepanjang 2023.
Analis Sinarmas Sekuritas Isfhan Hemly dan Arie Machrus mengatakan, pertumbuhan kinerja keuangan tersebut menjadi momentum berlanjutnya pertumbuhan keuangan tahun ini. Momentum tersebut terlihat dari peningkatan kredit yang kuat hingga pada kuartal IV-2023, dibandingkan kuartal III-2023.
Baca Juga
Hal ini membuat total laba bersih kuartal akhir 2023 mencapai Rp 12,2 triliun pada kuartal IV-2023, sehingga total laba bersih perseoran mencapai Rp 48,6 triliun.
“Realisasi laba bersih BCA senilai Rp 48,6 triliun pada 2023 tersebut telah merefleksikan 99% dari perkiraan Sinarmas Sekuritas. Sedangkan biaya kredit tersebut hanya merefleksikan 76% dari target kami. Hal ini didukung adanya writeback provisi selama kuartal terakhir,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, akhir pekan ini.
Selain pertumbuhan kredit yang kuat, dia mengatakan, ROE perseroan tahun 2023 mencapai 23,5% dan CAR tetap melesat 29,4%. Perseroan juga menunjukkan peningkatan margin bunga bersih pada kuartal terakhir tahun 2023.
Begitu juga dengan kualitas aset, Sinarmas Sekuritas menyebutkan, terjadi perbaikan khususnya kredit usaha kecil menengah. Hal ini membuat NPLG gross perseroan turun pada kuartal IV-2023. Penurunan tersebut diharapkan berlanjut tahun 2024 dengan perkiraan NPL gross mencpai 1,5-1,7%. Target penurunan NPL tersebut juga mempertimbangkan peluang pemangkasan suku bunga pada semester II-2024.
Baca Juga
Perbaikan performa sepanjang 2023 dan didukung ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan tersebut mendorong Sinarmas Sekuritas untuk merevisi naik target harga saham BBCA menjadi Rp 11.500 dengan rekomendasi beli.
“Kami memperkirakan pergerakan harga saham BCBA lanjutkan penguatan. Dengan target harga baru Rp 11.500 terbuka peluang penguatan saham ini mencapai 21%,” terangnya.
Sinarmas Sekuritas memperkirakan lompatan laba bersih BCA menjadi Rp 56,20 triliun tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 48,63 triliun. PPOP juga diharapkan menguat dari Rp 65,22 triliun menjadi Rp 73,86 triliun.
