Infovesta Ramal Emisi Obligasi Semarak Tahun 2024, Ternyata Ini Katalisnya
JAKARTA, investortrust.id - Prospek emisi obligasi atau penerbitan dan penawaran obligasi diramal akan semarak pada tahun 2024. Instrumen ini dinilai menarik untuk pemodal dengan horizon investasi jangka panjang.
Namun, untuk saat ini kata Vice President Infovesta, Wawan Hendrayana, emiten masih belum mempertimbangkan untuk menerbitkan obligasi, pasalnya yield dan suku bunga dianggap sedang tinggi.
“Tapi ketika suku bunga mulai turun, ya saya rasa mulai akan ramai sih. Kalau sekarang mungkin emiten lebih untuk memperpanjang saja. Belum marak pendanaan baru,” ungkap Wawan Hendrayana di sela acara Best Stock Awards 2024 yang digelar Investortrust dan Infovesta, di Artotel Mangkuluhur Jakarta, Kamis (25/01/2024) malam.
Baca Juga
IHSG Melemah di Awal Transaksi, Namun Tiga Saham Ini Tetap Perkasa
Lebih lanjut, ia juga menyebutkan faktor katalis positif yang menyebabkan pertumbuhan emisi obligasi adalah suku bunga yang turun dan pertumbuhan ekonomi yang stabil.
Wawan menjelaskan, bahwa kebutuhan penerbitan obligasi bagi emiten adalah untuk penggalangan dana bagi ekspansi bisnis. Penerbitan obligasi kata dia juga dapat menjadi salah satu pilihan bagi korporasi, selain melakukan penawaran saham perdana, ataupun melakukan peminjaman ke bank.
“Biasanya ya pasti perusahaan punya perhitungannya sendiri, cost of fund dan segala macamnya. Tapi umumnya sih pertumbuhan ekonomi baik. Suku bunga ya terkontrol begitu. Itu akan menarik untuk mereka menerbitkan obligasi,” jelasnya.
Baca Juga
Pendapatan Tetap Primadona, Cek Potensi Cuan 4 Jenis Reksa Dana di Tahun Pemilu
Adapun data dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bahwa hingga 19 Januari 2024 terdapat 7 emisi dari 6 penerbit EBUS (Efek bersifat utang dan/atau sukuk) yang telah diterbitkan dengan dana yang dihimpun adalah sebesar Rp 6,1 triliun.
Sedangkan, sampai dengan 19 Januari terdapat 8 emisi dari 6 penerbit EBUS yang sedang berada dalam antrian atau pipeline.
Lebih lanjut, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) juga memproyeksikan bahwa penerbitan surat utang Indonesia 2024 akan berkisar pada Rp 148,15 triliun hingga Rp 169,05 triliun, dengan titik tengah pada angka Rp 155,46 triliun.

