Infovesta Ramal Arah IHSG dan Pasar Obligasi Bila Suku Bunga Dipangkas
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal bergerak positif hingga menggapai level 7.600 di akhir 2024.
Ramalan ini disamapikan oleh Vice President Infovesta, Wawan Hendrayana. Optimistisme Hendra disokong oleh persepsi penurunan suku bunga acuan, dan berujung pada perburuan saham-saham sektor perbankan, properti, otomotif dan sektor terkait lain.
Wawan menilai bahwa sektor keuangan memiliki porsi 30% dari bursa. ‘’Sehingga, apabila suku bunga turun, sektor keuangan akan menjadi ujung tombak atau sektor pertama yang diuntungkan,’’ urainya kepada investortrust, belum lama ini.
Baca Juga
Genjot Digital Banking, Maybank Indonesia (BNII) Siapkan Fitur Baru
Sebagai catatan, pada perdagangan, Selasa (30/1/2024), IHSG ditutup menguat 35,04 poin (0,49%) menjadi 7.192,22. IHSG bergerak dalam rentang 7.133,61 - 7.214,19 dengan nilai transaksi Rp 9,12 triliun.
Prospek Obligasi
Dalam kesempatan itu, Wawan juga menyampaikan potensi maraknya emisi obligasi pada tahun 2024. Instrumen ini dinilai menarik untuk pemodal dengan horizon investasi jangka panjang.
Namun, untuk saat ini kata Wawan, emiten masih belum mempertimbangkan untuk menerbitkan obligasi, pasalnya yield dan suku bunga dianggap sedang tinggi.
Baca Juga
Sumber Mineral Global (SMGA) Jajaki Akuisisi Tambang Nikel di Morowali
“Tapi ketika suku bunga mulai turun, ya saya rasa mulai akan ramai sih. Kalau sekarang mungkin emiten lebih untuk memperpanjang saja. Belum marak pendanaan baru,” ungkap Wawan.
Lebih lanjut, ia juga menyebutkan katalis positif yang menyebabkan pertumbuhan emisi obligasi adalah suku bunga yang turun dan pertumbuhan ekonomi yang stabil.
Wawan menjelaskan, bahwa kebutuhan penerbitan obligasi bagi emiten adalah untuk penggalangan dana bagi ekspansi bisnis.
Penerbitan obligasi kata dia juga dapat menjadi salah satu pilihan bagi korporasi, selain melakukan penawaran saham perdana, ataupun melakukan peminjaman ke bank.
“Biasanya ya pasti perusahaan punya perhitungannya sendiri, cost of fund dan segala macamnya. Tapi umumnya sih pertumbuhan ekonomi baik. Suku bunga ya terkontrol begitu. Itu akan menarik untuk mereka menerbitkan obligasi,” jelasnya.

