Pendapatan Emiten Sandiaga Uno (MDKA) Melesat 86,90%, Bottom Line Berbalik Negatif
JAKARTA, investortrust.id – Emiten tambang emas milik Sandaga Uno, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatat rugi komprehensif periode menjadi US$ 2,18 juta per kuartal III-2023. Berbanding terbalik dibanding periode yang sama tahun 2023, yang mencatat laba komprehesif US$ 65,05 juta.
Kondisi berbeda tampak pada pos pendapatan usaha yang tercatat meroket 86,90% secara year on year menjadi US$ 1,17 miliar, dibanding US$ 626,01 juta.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal III-2023 yang dipublikasikan, Rabu (22/11/2023), lonjakan pendapatan terutama diperoleh dari penjualan ekspor emas, perak, katoda tembaga, feronikel dan nickle matte sebesar US$ 725,74 juta. Sedangkan penjualan domestik tercatat sebesar US$ 445,20 juta.
Baca Juga
Pada periode yang sama tahun 2022, penjualan ekspor hanya tercatat sebesar US$ 521,22 juta, sedangkan penjualan domsetik hanya sebesar US 96,73 miliar.
Kendati begitu Perseron juga mengalami lonjakan beban pokok pendapatan sebesar US$ 1,05 miliar per kuartal III-2023, naik 118,50% yoy dari US$ 481,91 juta pada periode sama 2022.
Alhasil MDKA hanya membukukan laba kotor sebesar US$ 118,61 juta, dibanding periode yang sama tahun 2022 sebesar US$ 144,10 juta. Sedangkan laba usaha mencapai 80,47 juta, anjlok dibanding periode sebelumnya US$ 108,36 juta.
Baca Juga
Pendapatan Emiten Sandiaga Uno (MDKA) Melesat 86,90%, Bottom Line Berbalik Negatif
Lonjakan beban keuangan juga menjadi pemberat bottom line MDKA, tercatat mencapai US$ 59,77 juta dari US$ 23,31. Kondisi tersebut membuat MDKA harus rela mencatatrugi per saham sebesar US$ 0,0010 dari posisi laba per saham sebesar US$ 0,0029 pada kuartal III-2022.
Sedangkan dari sisi neraca nilai aset MDKA tercatat naik signifikan menjadi US$ 4,69 miliar dibanding periode 31 Desember 2022 yang tercatat sebesar US$ 3,88 miliar. Kenaikan aset sejalan dengan lonjakan liabilitas menjadi US$ 2,07 miliar dibanding posisi 6 bulan sebelumnya US$ 1,85 miliar.
Adapun posisi ekuitas mengalami kenaikan menjadi US$ 2,62 miliar per kuartal III-2023, dari posisi US$ 2,02 miliar pada 31 Desember 2022.
Sementara itu harga saham MDKA tercatat bertengger pada level Rp 2.370 per saham, turun 1,25% dari harga pembukaan pasar saham Sesi I hari ini Rp 2.410. Tercatat volume transaksi saham MDKA sebanyak 106.637 saham dengan nilai transaksi Rp 25 miliar. Kapitalisasi pasar MDKA saat ini tercatat Rp 56,98 triliun.

