Pakai Dana IPO, Emiten Rumah Sakit Sandiaga Uno (PRAY) Suntik Modal Anak Usaha Rp 45,90 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Pengelola Primaya Hospital, PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) memperbesar kepemilikan di dua anak usahanya yaitu PT Famon Gobal Awal Bros (FGAB) dan PT Fortuna Selamat Sejahtera (FSS) senilai Rp 45,90 miliar.
Kedua anak usaha dari emiten yang dikendalikan oleh Sandiaga Uno tersebut merupakan pengelola RS Primaya Bekasi Timur dan RS Primaya Sukabumi.
Penambahan modal dilakukan PRAY dengan menyerap saham baru yang diterbitan oleh dua anak usaha, masing-masing sebanyak 26.600 lembar saham senilai Rp 26,60 miliar oleh FGAB dan sebanyak 19.300 lembar saham FSS senilai Rp 19,30 miliar.
Dengan suntikan modal tersebut maka total penyertaan modal PRAY pada FGAB mencapai 99,70 miliar mewakili 99,99% saham. Sedangkan pada FSS senilai Rp 119,56 miliar yang mewakili 99,99% saham.
Baca Juga
Direktur PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk, Leona Agustine Kamali mengatakan, peningkatan kepemilikan saham pada FGAB dan FSS merupakan salah satu realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana (IPO) Perseroan.
‘’Untuk FGAB dana akan digunakan untuk pengembangan gedung rumah sakit, sedangkan FSS akan menggunakan dana suntikan modal untuk tambahan pembiayaan pembangunan gedung rumah sakit baru,’’ ulas Leona dilansir dalam keterbukaan informasi melalui Bursa Efek Indonesia, akhir tahun 2023.
Sebagaimana diketahui, PRAY mencatatkan saham di BEI pada 8 November 2022 dengan meraih dana segar Rp 272 miliar. Adapun jumlah saham yang dilepas ke publik sebanyak 320,22 juta lembar saham, mewakili 2,28% dari modal disetor dan ditempatkan penuh Perseroan pasca IPO
Dana hasil IPO dialokasikan sebesar 50% sebagai dana tambahan perolehan tanah yang nantinya tanah tersebut akan digunakan untuk pembangunan rumah sakit-rumah sakit baru di kota-kota besar di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.
Baca Juga
10 Saham Konstituen IDX80 yang Undervalued, Ternyata Dominan Emiten Batu Bara!
Kemudian 25% digunakan untuk dana tambahan biaya pengembangan gedung dan layanan rumah sakit-rumah sakit yang sudah ada. Sisanya untuk dana tambahan biaya pengembangan gedung dan layanan rumah sakit-rumah sakit.
Hingga kuarta III-2023, PRAY tercatat membukukan pendapatan bersih Rp 1,36 triliun meningkat dari Rp 1,12 triliun di kuartal III-2022. Sementara laba bersih periode berjalan yang dibukukan mencapai Rp 178,12, naik signifikan dari Rp 46,05 miliar di kuartal III-2022.

