Usai Ditinggal Tiktok Shop, Prospek Tiga Saham Teknologi Ini Naik
JAKARTA, Investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas memberikan pangangan positif terhadap emiten teknologi e-commerce setelah pemerintah resmi melarang Tiktok Shop di Indonesia.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis mengatakan bahwa peraturan baru ini akan membawa dampak positif paling besar terhadap e-commerce besar. Bahkan, platform tersebut berpotensi merenggut pangsa pasar yang ditinggalkan Tiktok Shop.
Baca Juga
“Kami juga melihat bahwa perusahaan teknologi akan menunjukkan momentum pertumbuhan mulai kuartal III-2023 dengan proyeksi peningkatan GTV disertai dengan penurunan kerugian EBITDA. Hal ini mendorong kami untuk mempertahankan rekomendasi overweight saham sektor teknologi,” terangnya dalam riset yang diterbitkan Jumat (6/10/2023).
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham GOTO dengan target harga Rp 150. Begitu juga dengan saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) direkomendasikan beli dengan target harga Rp 340. Sedangkan saham PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli direkomendasikan beli dengan target harga Rp 510.
Baca Juga
Niko mengurai bahwa e-commerce lokal juga akan didukung sentiment positif kebijakan pemerintah untuk melarang impor barang bernilai di bawah US$ 100 dijual melalui platform e-commerce. Hal ini bertujuan untuk melindungi produk-produk UMKM.
Sedangkan harga saham ketiga emiten teknologi tersebut bergerak bervariasi pada perdagangan saham sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (6/10/2023). Hanya saham GOTO yang ditutup melemah 1,19% menjadi Rp 83.
Sebaliknya dua saham teknologi lainnya mencatatkan penguatan harga, seperti saham BUKA menguat 1,92% menjadi Rp 212 dan saham BELI naik 0,44% menjadi Rp 454.
Sumber: BRI Danareksa Sekuritas

