Kolaborasi TikTok Shop-Tokopedia Disebut Tercapai, Saham GOTO Bangkit
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berbalik arah dari zona merah ke hijau setelah terdengar kabar kesepakatan Tokopedia dengan TikTok Shop. Bahkan, GOTO sempat menyentuh level tertinggi hari ini Rp 105.
Bloomberg sebelumnya melansir bahwa Tiktok milik ByteDance Ltd sudah mencapai kesepakatan untuk berinvestasi di sebuah unit GoTo dan bekerja sama dalam layanan belanja online. Hal ini sekaligus mempelopori sebuah kolaborasi untuk e-commerce luar negeri dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini.
Baca Juga
Saham GOTO Melesat ke Rp 103, Cetak Rekor Tertinggi Baru dalam 4 Bulan Terakhir
TikTok, apalikasi media sosial berbasis video pendek format vertikal milik ByteDance asal China, ini disebut telah setuju untuk bekerja sama dengan Tokopedia dalam beberapa area bisnis. Demikian penjelasan sumber Bloomberg yang mengetahui rencana sinergi tersebut.
TikTok dan Tokopedia disebut segera menginformasikan rincian kerja sama tersebut dengan target pekan depan. Meskipun kedua perusahaan telah mencapai kesepakatan informal, aliansi tersebut masih dalam tahap pembahasan dan dapat berubah sebelum diumumkan.
Baca Juga
Golden Energy (GEMS) Bagikan Dividen Interim US$ 90 Juta, Cek Jadwal Ini
Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (5/12/2023), saham GOTO sempat terjerembab hingga menyentuh level Rp 91, dibandingkan level penutupan kemarin Rp 100. Namun memasuki sesi II, saham GOTO bangkit kembali ke zona hijau dengan penguatan Rp 2 (2%) menjadi Rp 102 hingga pukul 14.45 WIB.
Paling Menguntungkan
Terkait kolaborasi Tokopedia dengan TikTok Shop, Macquarie sekuritas dalam riset terakhirnya menyebutkan,sebagai skenario paling menguntungkan bagi TikTok, dibandingkan dengan platform e-commerce lainnya. Skenario tersebut juga menjadi sentimen positif terhadap saham induk usaha GOTO.
“Kami menilai bahwa kolaborasi TikTok dan Tokopedia ini akan menjadi skenario yang saling menguntungkan. Bagi GOTO bisa menjadi katalis positif saham di tengah potensi peningkatan pendapatan,” tulis Macquarie.
Sekuritas itu juga menyebutkan bahwa kolaborasi potensial TikTok dengan GOTO bisa menjadi situasi saling menguntungkan didukung rekam jejak GOTO sebagai juara lokal dengan pemegang saham yang terhubung dengan baik.
Baca Juga
Saham Bank Digital Kembali Diburu Pemodal, Bank Jago (ARTO) Terfavorit
"Perkembangan ini tampaknya menyiratkan kecilnya kemungkinan TikTok untuk bisa mendapatkan lisensi e-commerce terpisah. Oleh karena itu, kami berpandangan bahwa perlu bermitra dengan pemain lokal,” terangnya.
Adapun bagi pemerintah, sekuritas ini menyebutkan, kesepakatan ini dapat menghasilkan pendapatan pajak tambahan dan lebih banyak investasi dari TikTok di Indonesia. CEO TikTok sebelumnya menyatakan bahwa perusahaan berencana untuk menginvestasikan miliaran dolar di Indonesia dan negara lain.

