Mau Beli Saham GOTO? Ini Target Harganya Setelah Kolaborasi dengan Tiktok
JAKARTA, investortrust.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) baru saja mengumumkan kemitraan strategis dengan TikTok. Aplikasi besutan ByteDance Technology Co ini, akhirnya memutuskan mengambil alih 75,01% kendali PT Tokopedia dengan komitmen investasi sebesar US$ 1,5 miliar.
Proses tersebut menyusul akuisisi TikTok Shop oleh PT Tokopedia senilai US$ 340 juta, suntikan modal sebesar US$ 840 juta dari TikTok ke Tokopedia melalui penerbitan saham, dan surat promes dari TikTok ke Tokopedia sebesar US$ 1 miliar. Keseluruhan transaksi diharapkan selesai pada kuartal I-2024.
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Christopher Rusli menilai, melalui kemitraan dengan TikTok, Tokopedia berpeluang menjadi pemimpin industri e-commerce dan marketplace di Indonesia.
Pasalnya, Momentum Works mencatat, TikTok Shop menguasai 5% pangsa pasar dari total gross merchandise value (GMV) Indonesia pada 2022 sebelum model bisnis social commerce dilarang pemerintah. Shopee dan Tokopedia memimpin dengan masing-masing 36% dan 35%.
Baca Juga
Usai Tiktok Kendalikan Tokopedia, Arus Kas dan Profitabilitas GOTO makin Kuat
“Keberadaan suntikan modal baru oleh TikTok, GOTO dapat meringankan beban pembiayaan lebih lanjut Tokopedia. Namun di sisi lain, GOTO juga akan menikmati potensi pertumbuhan Tokopedia yang berkelanjutan,” sambung Rusli dalam risetnya baru-baru ini.
Dia menyebutkan, biaya operasional bulanan GOTO saat ini sebesar US$ 15-20 juta atau sekitar Rp 230-300 miliar. Dengan cadangan kas GOTO yang ada sebesar Rp 25,2 triliun, ditambah pendanaan dari TikTok diharap dapat memberi perusahaan fleksibilitas finansial yang lebih besar. Supaya bisa lebih mengembangkan dan memperluas beberapa segmen bisnis lainnya.
“GOTO juga berpotensi memaksimalkan peluang berkembangnya fenomena live commerce, di mana Indonesia merupakan basis pengguna TikTok terbesar kedua,” imbuh Rusli.
Keuntungan lainnya, Mirae meyakini kolaborasi Tokopedia dan TikTok akan saling melengkapi. Mengingat, keduanya memiliki basis pengguna yang tidak terlalu tumpang tindih.
Sekitar 125 juta pengguna aktif bulanan (monthly active users/MAU) TikTok di Indonesia mewakili target audiens yang berharga bagi Tokopedia dan GOTO untuk memanfaatkan berbagai produk dan layanan mereka.
Baca Juga
TikTok Akuisisi 75% Saham Tokopedia, Berikut Dampak Positif bagi GOTO
Khusus GoTo Financial, induk dari GoPay dan PT Bank Jago Tbk (ARTO) ini juga berpeluang berkolaborasi dengan TikTok. Salah satunya menyediakan layanan pinjaman GoPayLater dan produk perbankan Bank Jago untuk transaksi di TikTok Shop.
Selain beberapa keuntungan yang disebutkan, Mirae Asset Sekuritas juga melihat kekhawatiran jangka pendek dari kolaborasi dua perusahaan teknologi tersebut. Pertama, dilusi saham Tokopedia oleh GOTO sebesar 75% dan menyisakan kepemilikan 24,99% dari sebelumnya 100%.
Kedua, riset CB Insights pada April 2021 menunjukkan, valuasi Tokopedia turun menjadi hanya US$ 2 miliar pasca-suntikan modal baru-baru ini dari TikTok, perkiraan sebelumnya US$ 7 miliar sebelum IPO.
“Kombinasi dari kekhawatiran tersebut menyebabkan penurunan harga saham GOTO secara signifikan setelah pengumuman ini. Saat ini kami sedang melakukan review terhadap valuasi dan rekomendasi GOTO yang sebelumnya telah kami update dengan rating Hold di target harga Rp 94,” papar Rusli.
Kemitraan strategis Tokopedia dan TikTok akan diawali dengan masa uji coba. Hal ini dilakukan dengan konsultasi dan pengawasan dari kementerian dan lembaga terkait.
Program yang akan diluncurkan pada masa uji coba tersebut adalah kampanye 'Beli Lokal' yang dimulai pada 12 Desember bertepatan dengan Hari Belanja Nasional (Harbolnas). (CR-10)
Baca Juga
Saat TikTok-Tokopedia Capai Kespekatan, Saham GOTO Terkoreksi 20%, Kok Bisa?

