Peluang Lompatan Laba Terbuka, Saham BFIN Pilihan Teratas
JAKARTA, investortrust.id – Meski PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) mencatatkan penurunan laba bersih sepanjang 2023, perseroan menunjukkan indicator yang membaik dengan lompatan laba bersih sebanyak 43% menjadi Rp 486 miliar pada kuartal IV-2024. Lompatan laba kuartal akhir tersebut telah melampaui perkiraan semula.
Hal ini mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BFIN dengan target harga direvisi naik menjadi Rp 1.650. Bahkan, saham BFIN ditetapkan menjadi pilihan teratas untuk saham emiten sektor pembiayaan didukung estimasi lompatan laba bersih tahun ini.
Baca Juga
Pembiayaan Baru BFI Finance (BFIN) Sentuh Rp 19,1 Triliun Sepanjang 2023
Analis Sucor Sekuritas Yoga Ahmad Gifari mengatakan, BFIN menunjukkan perbaikan kualitas aset yang solid dalam beberapa kuartal terakhir dengan penurunan NPF menjadi 1,4% akhir 2023, dibandingkan September 2023 sekitar 2%. Rasio pencadangan juga telah meningkat menjadi 255%.
“Manajemen perseroan juga mempercayai bahwa NPF akan kembali normal dalam kisaran 1,3-1,5% ke depan. Begitu juga dengan biaya kredit diperkirakan turun menjadi 2,5% tahun 2024. Kami juga memperkirakan CoC perseroan akan kembali normal,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Terkait prospek tahun 2024, dia mengatakan, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) laba ebrsih eprseroan mencapai 18% tahun ini hingga lima tahun mendatang. Peningkatan ditopang langkah agresif perseroan untuk mendongkrak total pembiayaan dengan estimasi pertumbuhan 19%.
Pertumbuhan pembiayaan pesat diperkirakan dapat berjalan dengan baik, seiring pendalaman kemitraan BFIN dengan ekosistem PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Bank Jago Tbk (ARTO). Kerja sama ini membuka peluang BFIN untuk menjangkau 3 juta mitra dalam ekosistem GOTO. Sedangkan Bank Jago menyiapkan dana untuk pembiayaan ke depan.
Baca Juga
BFIN Rajai Pembiyaan NDF, Target Harga Sahamnya masih Tinggi!
Sucor Sekuritas menargetkan lompatan laba bersih BFIN menjadi Rp 2,12 triliun tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 1,64 triliun. Pendapatan perseoran juga diproyeksikan meningkat menjadi Rp 7,34 triliun tahun 2024, dibandingkan realisasi tahun 2023 senilai Rp 6,33 triliun.
Tahun lalu, BFIN mencatat penurunan laba bersih komprehensif sebesar 9,56% menjadi Rp 1,64 triliun, dibandingkan raihan tahun sebelumnya Rp 1,82 triliun pada 2022. Padahal, pendapatan melesat 18,01% menjadi Rp 6,35 triliun pada tahun 2023, dibanding Rp 5,38 triliun tahun 2022.
Terkait jumlah pembiayaan baru, BFI Finance mencatat perolehan sebesar Rp 22 triliun tahun 2023 atau bertumbuh 10% dari pembiayaan baru tahun 2022 yang tercatat Rp 20 triliun. Namun angka tersebut masih berada di bawah target pembiayaan baru Rp 24 triliun.
Estimasi Kinerja Keuangan BFIN
Sumber: Sucor Sekuritas

