Didukung Mesin Pertumbuhan Baru, Berikut Prospek Saham HM Sampoerna (HMSP)
JAKARTA, investortrust.id – PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) berambisi menyeimbangkan penjualan rokok eletrik dengan rokok konvensional. Diproyeksikan rokok elektrik melalui stik Terea yang diperuntukkan untuk penggunaan rokok elektrik IQOS akan berkontribusi sebanyak 40% terhadap volume penjualan tahun 2030.
Analis Trimegah Sekuritas Heribertus Ariando dan Ignatius Samon dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini, menyebutkan bahwa langkah tersebut menjadi sentiment positif bagi perseroan di tengah tren penurunan penjualan rokok bakar atau konvensional. Dengan demikian perseroan memiliki mesin pertumbuhan ke depan.
Baca Juga
Estimasi Laba Direvisi Naik, Target Saham HM Sampoerna (HMSP) Menarik!
“Penjualan secara massik stik Terea menciptakan sumber pertumbuhan pendapatan baru bagi perseroan di tengah tren penurunan penjualan rokok bakar. Apalagi perseroan menargetkan penjualan sebanyak 30 juta stik Terea tahun 2030 atau setara dengan 40% dari total batang rokok yang dijual,” tulisnya.
Terkait pendistrubisian stik Terea, dia mengatakan, HMSP terlihat mulai gencar dengan memasarkannya melalui jaringan mini market. Perseroan juga menawarkan alat rokok eletrik IQOS yang lebih bersahabat mencapai Rp 350 ribu tanpa pengecas, dan perseroan meluncurkan beragam variasi rasa stik Terea untuk menangkap pasar penyuka sigaret kretek.
“Kami menilai bahwa strategi perseroan ini cukup visible. Sejauh ini, IQOS berhasil meningkatkan pangsa pasar bagi perokok di Jakarta dari sebelumnya di bawah 1% menjadi 3,1% hingga kuartal III-2023,” tulisnya.
Perseroan juga telah berinvestasi senilai US$ 186 juta untuk pengembangan pabrik stik Terea di Karawang dan telah mulai beroperasi awal tahun lalu dengan kapasitas 15,45 miliar stik per tahun. Pabrik tersebut untuk menangkap pasar di kawasan Asia.
Baca Juga
Sekuritas Ini Sebut Kinerja Indosat (ISAT) Lampaui Target, Bagaimana Sahamnya?
Dengan investasi tersebut terbuka peluang perseroan untuk mewujudkan target penjualan stek Terea dengan kontribusi mencapai 30 miliar stik terhadap total penjualan perseroan tahun 2030. Perseroan juga tentu masih memiliki waktu untuk menambah kapasitas untuk mengejar targt tersebut.
Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham HMSP dengan target harga Rp 1.400 per saham. Dengan harga penutupan Rp 880, terbuka potensi penguatan pesat saham ini.
Target harga tersebut juga mempertimbangkan proyeksi kenaikan laba bersih menjadi Rp 9,66 triliun tahun 2024, dibandingkan perkiraan tahun lalu Rp 8,77 triliun. Pendapatan juga diprediksi meningkat menjadi Rp 125,57 triliun tahun 2024, dibandingkan perkiraan tahun 2023 senilai Rp 119,37 triliun.
Estimasi Kinerja Keuangan HMSP

