Estimasi Laba Direvisi Naik, Target Saham HM Sampoerna (HMSP) Menarik!
JAKARTA, investortrust.id – Peningkatan margin keuntungan kotor (GPM) PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) diperkirakan berlanjutkan hingga kuartal akhir tahun ini didukung kenaikan harga jual rokok. Sedangkan agresifnya pemasaran alat rokok elektrik IQOS diharapkan menjadi mesin pertumbuhan jangka Panjang.
Hal ini mendorong Trimegah Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham HMSP dengan target harga Rp 1.400. Target tersebut juga mempertimbangkan mesin pertumbuhan bisnis perseroan dari IQOS, yaitu rokok elektrik, yang tengah gencar dipasarkan.
Baca Juga
Tuntaskan Rights Issue, Land Bank PIK2 (PANI) Melonjak Jadi 1.599 Ha
Analis Trimegah Sekuritas Heribertus Ariando dan Ignatius Samon mengatakan, HMSP diproyeksikan melanjutkan peningkatan margin keuntungan didukung kenaikan harga jual produk berdasarkan hasil penelusuran di pasar.
Berdasarkan data kenaikan harga jual rokok perseroan mencapai 2% terhitung sejak awal kuartal hingga kini, termasuk rokok SKT dengan kenaikan sekitar 3%. “Perseroan juga diperkirakan mampu untuk mempertahankan harga pasar didukung kenaikan harga jual relative lebih rendah, dibandingkan para pesaingnya,” terangnya dalam riset yang diterbitkan, Jumat (15/12/2023).
Terkait segmen bisnis IQOS, Trimegah Sekuritas menyebutkan, menghasilkan margin keuntungan besar. Alat rokok elektrik ini juga mulai dipasarkan eksport. Bahkan, perseroan telah mulai agresif memperkenalkan alat tersebut ke toko-toko modern guna menjangku lebih banyak pelanggan.
Baca Juga
Mau Cuan di 2024? Simak 7 Saham Pilihan Samuel Sekuritas Ini
Guna menarik pembeli, dia mengatakan, perseroan membuka opsi pembelian alat IQOS tanpa perangkat charger, sehingga harga jual bisa lebih murah. Perseroan juga meluncurkan varian stik Terea untuk rokok elektrik untuk mengakomodasi pecinta rokok kretek.
Berbagai factor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas merevisi naik target kinerja keuangan HMPS. Proyeksi laba bersih tahun ini direvisi naik dari semula Rp 7,9 triliun menjadi Rp 8,8 triliun. Begitu juga dengan estimasi tahun 2024 direvisi naik dari Rp 8,8 triliun menjadi Rp 9,7 triliun.
Sedangkan rata-rata kenaikan harga jual produk perseroan tahun ini direvisi naik dari semula 6,2% menjadi 8,5%. Begitu juga dengan perkiraan kenaikan rata-rata harga jual produk tahun depan direvisi naik dari semula 8% menjadi 8,3%.
Estimasi Kinerja Keuangan HMSP

