Offering Berlangsung, Startup Asal Bangkalan (MPIX) Tetapkan Harga IPO Rp 268 per Saham
JAKARTA, investortrust.id – Startup asal Bangkalan, Madura, PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MPIX) menggelar initial public offering (IPO) dengan target dana terhimpun Rp 83,75 miliar.
Dalam hajatan ini perusahaan penyedia platform digital untuk UMKM, dan e-commerce, ini menerbitkan dan menawarkan sebanyak 312,50 juta lembar saham biasa atas nama, atau mewakili sebanyak 20% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan pasca IPO.
Saham yang ditawarkan dalam IPO merupakan saham baru dan dikeluarkan dari portepel Perseroan dengan nilai nominal Rp 20. Adapun harga penawaran umum yang dipatok Rp 268 per saham. Kegiatan penawaran umum atau offering digelar sejak 31 Februari 2024 hingga 5 Februari 2024.
Baca Juga
IPO EcoCare Indo Pasifik (HYGN) Patok Harga Rp 145 per Saham
Perseroan secara bersamaan juga menerbitkan sebanyak 156,25 Waran Seri I yang menyertai saham baru Perseroan atau mewakili sebesar 12,50% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh.
Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada Tanggal Penjatahan. Setiap pemegang saham yang memiliki 2 saham baru Perseroan berhak memperoleh 1 Waran Seri I, di mana setiap 1 Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru Perseroan yang dikeluarkan dalam portepel. Waran Seri I yang diterbitkan mempunyai jangka waktu selama 2 tahun.
Pelaksanaan IPO ini dibantu oleh PT RHB Sekuritas Indonesia dan PT KGI Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Pihak underwriter menyatakan kesanggupan penuh (full commitment) terhadap sisa saham yang ditawarkan dan tidak dipesan dalam IPO.
Berdasarkan prospektus IPO yang diterbitkan Perseroan disebutkan, dana hasil penawaran umum saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan dipergunakan oleh Perseroan untuk, sekitar 89% dialokasikan untuk pembiayaan modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan operasional Perseroan secara umum.
Baca Juga
Target Saham BRI (BBRI) Direvisi Naik ke Rp 7.200, Begini Analisanya
Pembiayaan yang dimaksud termasuk namun tidak terbatas pada pembelian persediaan produk digital, gaji karyawan, biaya pemasaran, dan sewa server.
Kemudian, sekitar 11% akan digunakan untuk belanja modal atau capital expenditure (Capex) berupa renovasi dan sewa hub dalam rangka menunjang rencana jangka panjang Perseroan.
Sedangkan dana yang diperoleh dari pelaksanaan Waran Seri I akan dipergunakan untuk pembiayaan modal kerja Perseroan dalam mendukung operasional Perseroan berupa pembelian persediaan.
Sisanya digunakan untuk Capex untuk ekspansi bisnis, termasuk pembelian tanah, pembangunan kantor pusat, pengadaan perangkat komputer dan furnitur, serta kendaraan operasional.

