Saham Bank Digital Bangkit Dipimpin BBYB, Penguatan Bakal Berlanjut?
JAKARTA, Investortrust.id - Saham emiten sektor bank digital melesat pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Lompatan tersebut sejalan dengan kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI, Selasa (19/9/2023).
Penguatan tertinggi melanda saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) dengan kenaikan Rp 54 (18,24%) menjadi Rp 350 dan disusul PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) dengan penguatan Rp 80 (5,32%) menjadi Rp 1.585.
Baca Juga
Penguatan juga melanda saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) naik RP 70 (3,15%) menjadi Rp 2.290 dan PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) menguat Rp 8 (2,56%) menjadi Rp 320.
Sebaliknya saham PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) ditutup stagnan level Rp 131 dan PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) ditutup stagnan harga Rp 80. Sedangkan saham PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) justru terkoreksi Rp 40 (3,57%) menjadi Rp 1.080.
Baca Juga
Penguatan tersebut sejalan dengan lompatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (19/9/2023), ditutup melonjak 44,24 poin (064%) menjadi 6.980,32. IHSG bergerak dalam rentang 6.934,71-6.994,04 dengan nilai transaksi Rp 8,57 triliun.
Kenaikan indeks didukung penguatan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor material dasar sebanyak 2,18%, sektor transportasi 1,02%, sektor keuangan 0,86%, sektor energi 0,67%, dan sektor industri 0,37%.
Terkait penguatan harga saham bank digital disebut ditopang ekspektasi dipertahankannya tingkat suku bunga The Fed di Amerika Serikat (AS). Begitu juga dengan tingkat suku bunga Indonesia diprediksi akan bertahan.
Baca Juga
Plaza Indonesia (PLIN) Tebar Dividen Interim Rp 272 Miliar, Cek Jadwalnya
Ekonom Bahana TCW Emil Muhamad dalam risetnya menyebutkan bahwa rapat dewan gubernur atau Federal Open Market Committee (FOMC) Federal Reserve pada 19-20 September 2023 diperkirakan mempertahankan tingkat suku bunga.
Meski gubernur bank sentral AS Jerome Powel menyebutkan peluang kenaikan suku bunga, jika inflasi masih lanjutkan kenaikan.
PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan sebesar 5,50% dalam pertemuan bulan ini. Walaupun inflasi Agustus naik ke level 3,7% secara tahunan, dibandingkan Juli 2023 dengan inflasi sebesar 3,2%.
“Saat ini, bank sentral global sudah mulai menyadari pentingnya mendukung pertumbuhan ekonomi, meski dalam jangka pendek masih ada tekanan inflasi. Oleh karena itu, kami melihat ke depan bank sentral global segera shifting ke arah growth over stability,’’ papar Ekonom Bahana TCW Emil Muhamad melalui ketarangan di Jakarta, Selasa (19/9/2023).

