Saham Bank Digital Bangkit, BBYB dan ARTO Memimpin
JAKARTA, investortrust.id – Empat saham bank digital ini torehkan lompatan harga sepanjang perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (6/3/2024). Lompatan terbesar dicatatkan saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) dengan kenaikan 22,31%.
Penguatan tersebut sejalan dengan kenaikan Indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI sebanyak 82,34 poin (1,14%) menjadi 7.329,34. IHSG bergerak dalam rentang 7.242,67-7.331,08 dengan nilai transaksi Rp 7,70 triliun. Lompatan saham bank digital tersebut juga berimbas terhadap kenaikan saham sektor keuangan lebih dari 1%.
Baca Juga
Asing Berbalik Net Buy Rp 86,06 Miliar, Saham BBCA, ISAT, dan TLKM Jadi Andalan
Data BEI menyebutkan bahwa penguatan tertinggi dicatatkan saham BBYB mencapai 22,31%. Saham bank digital yang dikendalikan Akulaku Silvrr ini meldsat dari Rp 242 menjadi Rp 296 per saham. Kenaikan terbesar kedua dicatatkan saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) dengan kenaikan 8,99% dari Rp 2.670 menjadi Rp 2.910.
Saham bank digital lainnya yang berhasil torehkan penguatan adalah saham PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) dengan penguatan 8,40% menjadi Rp 248, PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) menguat 6,22% menjadi Rp 1.195, dan PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) naik 1,54% menjadi Rp 560.
Baca Juga
Terkati aksi pemodal asing terhadap lima saham bank digital yang mencatatkan penguatan tersebut, yaitu asing mencatatkan net buy saham BBYB Rp 619,78 miliar dan saham BNBA senilai Rp 24,51 miliar. Sedangkan tiga saham bank digital lainnya ARTO, AGRO, dan BBHI justru mencatatkan net sell.
Saham BBYB
Terkait lompatan saham BBYN sepanjang hari ini didukung sejumlah faktor penurunan rugi bersih sejalan dengan lompatan pendapatanperseroan tahun buku 2023.
BBYB merupakan emiten bank digital yang dikendalikan PT Akulaku Silvrr sebanyak 27,32% bersama dengan perusahaan affiliasinya Rockcore Financil sebanyak 6,12% saham. Sisanya dikendalikan PT Gozco Capital sebanyak 4,84% dan masyarakat mencapai 57,42%.
Baca Juga
Didukung Sejumlah Sentimen Positif, Saham Bank Neo (BBYB) Direkomendasi Beli dengan Target Rp 790
Penguatan harga saham perseroan juga didukung keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mencabut sanksi pembatasan penyaluran pinjaman dari PT Akulaku Finance Indonesia dengan skema buy now pay later (BNPL). Hal ini setelahAkulaku sudah memenuhi tindak lanjut rekomendasi pemeriksaan OJK beberapa waktu lalu.
Bahkan, Sucor Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBYB dengan target harga Rp 790. “Kami mempertahanakn rekomendasi beli saham BBYB dengan target harga Rp 790 per saham. Target tersebut mengasumsikan perkiraan PB sekitar 2,8 kali tahun ini dan ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan ROE dengan target 19% tahun ini,” tulis analis Sucor Sekuritas Edward Lowis dalam riset yang diterbitkan.
Baca Juga
Kenaikan harga saham BBYB sepanjang hari ini juga didukung rencana rights issue. Menurut Sucor Sekuritas, penggalangan dana ini akan mendongkrak penyaluran kredit perseroan ke depan, sehingga meningkatkan pendapatan bunga.
Terkait kinerja keuangan, Sucor Sekuritas menyebutkan, BBYB konsisten menunjukkan perbaikan dengan mencatatkan laba bersih dalam beberapa bulan terakhir. Laba tersebut didukung peningkatan NIM dan penurunan biaya operasional. Berdasarkan data, eprseroan telah mulai mencatatkan laba bersih Rp 18 miiar pada Oktober dan senilai Rp 8 miliar pada November 2023.

