Saham Bank Digital Lanjutkan Penguatan, BBYB Tercuan
JAKARTA, investortrust.id – Penguatan harga saham bank digital kembali berlanjut sepanjang perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/11/2023). Sedangkan saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) tercatat sebagai saham digital paling cuan.
Berdasarkan data BEI, saham BBYB melesat Rp 56 (16%) menjadi Rp 406, saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) menguat Rp 130 (4,21%) menjadi Rp 3.220, PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) naik Rp 60 (3,85%) menjadi Rp 1.620, dan PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) naik Rp 12 (3,87%) menjadi Rp 322.
Baca Juga
Saham Bank Digital Kembali Diburu Pemodal, Bank Jago (ARTO) Terfavorit
Penguatan saham bank digital ini melanjutkan tren kenaikan harga sepanjang November 2023 berjalan. Sedangkan saham ARTO tercatat masih menjadi saham digital dengan penguatan tertinggi lebih dari 96,19% hingga akhir pekan lalu.
Disusul saham BBYB dengan penguatan 56,25%, AGRO menguat 38,39%, BBHI naik 30,54%, dan PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) sebanyak 16,78%. Sisanya PT Bank MNCI Internasional Tbk (BABP), PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), dan PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) dengan penguatan di bawah 10%.
Terkait lompatan saham BBYB mulai berlangsung sejak perseroan mengumumkan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) VII atau rights issue sebanyak-banyaknya 5 miliar saham baru. Berdasarkan keterbukaan informasi, aksi korporasi yang dilakukan oleh bank dengan kode emiten BBYB ini menawarkan sebanyak-banyaknya 5 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp .
Penguatan saham bank digital ini sejalan dengan lompatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (27/11/2023), ditutup melesat 30,73 ke level tertinggi baru 7.040,36 dalam setahun terakhir. Penguatan tersebut didukung kenaikan mayoritas sektor saham.
Baca Juga
Proyeksi Kinerja Nusantara Sejahtera (CNMA) Dipangkas, Tapi Sahamnya Disebut Tetap Menarik
Penguatan tertinggi melanda saham sektor material dasar sebanyak 1,32%, sektor properti sebanyak 1,32%, sektor keuangan 0,73%, sektor transportasi 0,68%, dan sektor energi 0,32%.
Sebaliknya pelemahan tipis melanda beberapa sektor saham, seperti saham sektor teknologi 3,81%, sektor infrastruktur 0,32%, konsumer non primer 0,09%, sektor kesehatan 0,05%, dan sektor industry 0,01%

