Mitratel (MTEL) Masuk LQ45, Big Fund Bersiap Koleksi Saham Ini
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel masuk dalam konstituen indeks LQ45 dari sektor infrastruktur telekomunikasi menggantikan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). Masukknya saham anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dalam daftar indeks LQ45 akan menjadi katalis positif yang bisa menarik big fund untuk mulai mengolek saham ini.
Data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (26/1/2024), saham MTEL langsung terangkat senilai Rp 20 (3,08%) menjadi Rp 670 hingga pukup 09.10 WIB. Bahkan, saham ini sempat menyentuh level Rp 675 di awal transaksi.
Baca Juga
Analis Panin Sekuritas Aqil Triyadi mengatakan, inklusi saham MTEL ke indeks LQ45 dikarenakan terpenuhinya sejumlah kriteria yang telah ditetapkan Bursa Efek Indonesia (BEI). “MTEL sebelumnya menjadi konstituen indeks IDX80 yang menjadi universe untuk seleksi saham yang masuk LQ45 sebagai prasyarat awal. Kriteria selanjutnya adalah likuiditas perdagangan saham dan aspek fundamental, seperti kinerja keuangan dan kepatuhan dan semuanya sudah terpenuhi untuk MTEL” katanya di Jakarta, kemarin.
Dia juga menuturkan bahwa saat evaluasi mayor dilakukan, likuiditas transaksi MTEL terus membaik. Tren perbaikan volume terjadi sejak kuartal I-2023. Rata-rata volume transaksi di kuartal terakhir 2023 sampai 47,2 juta naik 6% secara kuartalan. Jika dibandingkan dengan rata-rata volume di kuartal I-2023 yang hanya 20 juta maka kenaikannya mencapai lebih dari dua kali.
Secara fundamental, Aqil mengatakan, MTEL merupakan emiten dari sektor menara dan fiber optic dengan kinerja keuangan paling baik dibuktikan dengan laba bersih yang tumbuh 16,6% tahunan hingga akhir September 2023 dan mengungguli pesaingnya.
Baca Juga
Operator Telko Gencar Ekspansi Luar Jawa, Saham Mitratel (MTEL) Top Picks
Sementara itu, analis Phillip Sekuritas Edo Ardiansyah mengatakan, dampak dari inklusi saham MTEL ke LQ45 akan menyebabkan eksposur ke investor terutama fund manager yang lebih luas.
“Banyak fund manager lokal terutama big fund menjadikan indeks LQ45 sebagai benchmark atau tolok ukur kinerja investasi mereka. Big fund cukup selektif dalam berinvestasi sehingga inklusi MTEL dapat mendiversifikasi komposisi pemegang saham perusahaan terutama di kalangan fund manager,” kata Edo.
Dia mengatakan, inklusi tersebut menjadi katalis positif untuk saham MTEL dikarenakan adanya rebalancing portofolio yang menyebabkan inflow dana masuk ke saham MTEL. “Mengacu pada IDX Index Fact Sheet, ada 6 produk reksadana yang secara langsung menjadikan LQ45 sebagai benchmark dengan total dana kelolaan total mencapai hampir Rp 1,1 triliun, maka dalam jangka pendek saat rebalancing akan ada inflow tambahan ke saham MTEL. Ini baru RD konvensional, belum yang ETF dan KPD serta investor ritel yang menggunakan LQ45 sebagai tolok ukur juga” tambah Edo.
Baca Juga
Memasuki 2024, Begini Prospek dan Target Saham Mitratel (MTEL)
Senada dengan Aqil, Edo mengafirmasi fundamental saham MTEL yang solid. Perbaikan kinerja keuangan MTEL dari sisi pertumbuhan pendapatan, perbaikan marjin EBITDA, neraca yang kuat serta likuiditas keuangan yang solid diharapkan bakal membuat saham MTEL semakin diminati.
Daftar Reksa Dana dengan Bencmark LQ45

