Cum Dividen Berakhir, Saham BTN (BBTN) justru Terbang, Simak Lagi Target Ini
JAKARTA, investortrust.id – Tak seperti bank BUMN lainnya yang mencatatkan penurunan harga saham usai cum dividen, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) justru mencetak kenaikan harga. Bahkan, BBTN berhasil mengukir rekor tertinggi baru dalam setahun terakhir setelah cum dividen saham.
BTN sebelumnya menuntaskan cum dividen saham tahun buku 2023 dengan total Rp 700,19 miliar. Nilai dividen yang dibagikan sertara dengan 20% dari raihan laba bersih tahun lalu. Sedangkan cum dividen BBTN di pasar regular dan pasar negosiasi telah berakhir 18 Maret 2024 dan pembayaran dividen dijadwalkan pada 5 April 2024.
Baca Juga
Didukung Beragam Faktor Ini, Lompatan Kinerja BTN (BBTN) Diprediksi Berlanjut
Sedangkan berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/3/2024), saham BBTN ditutup melesat Rp 135 (9,47%) menjadi Rp 1.560. Harga tersebut menjadi level tertinggi baru BBTN dalam setahun terakhir, bahkan dalam 28 April 2022.
Perdagangan saham BBTN juga melesat, yaitu nilai perdagangannya sahamnya tercatat tertinggi keempat mencapai Rp 343,73 miliar setelah saham BBCA, BMRI, dan BBNI. Adapun perdagangannya saham BBTN masuk top 10 volume sepanjang hari ini.
Lalu, bagaimana target harga saham BBTN setelah capai level tetinggi baru dalam satu tahun terakhir ini? Meski mencetak penguatan harga ke level tertinggi lebih dari setahun terakhir, ternyata peluang penguatan harga saham ini bank pelat merah ini masih tinggi.
Baca Juga
Bank BTN (BBTN) Tetapkan Dividen Rp 700,18 Miliar, 20% dari Laba Tahun 2023
Dalam riset terakhir yang diterbitkan tiga sekuritas ini terungkap target harga masih tinggi. Di antaranya, Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengant arget harga Rp 1.800 dan Trimegah Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 1.600. Begitu juga dengan RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 1.650.
Analis Mandiri Sekuritas Boby Kristanto dan Kresna Hutabarat BTN (BBTN) dalam riset terakhirnya menyebutkan bahwa BTN berada dalam tren lanjutkan pertumbuhan kinerja keuangan kuat tahun ini. Hal ini didukung faktor pertumbuhan kredit, penjualan aset bermasalah, klaim asuransi, dan pemulihan kredit.
Adapun rencana spin off unit bisnis syariah yang tengah digodok bakal menciptakan nilai baru bagi perseroan dalam jangka panjang. Manajemen BTN dalam Mandiri Investment Forum 2024 yang digelar pekan lalu mengungkapkan bahwa perseroan membidik pertumbuhan kredit 10-11% tahun 2024, simpanan diproyeksikan bertumbuh 8-9%, serta pertumbuhan laba bersih berkisar 10-11%.
Baca Juga
BBTN Optimistis Aset UUS Tembus Rp 50 Triliun, Syarat Spin Off Terpenuhi?
“Perseroan juga mematok biaya kredit mencapai 1,1-1,2% tahun 2024, NPL diprediksi turun menjadi di bawah 3%, coverate ratio diharapkan meningkat menjadi 160%, CAR diprediksi tetap berada di atas level 19%,” tulis analis Mandiri Sekuritas.
Sedangkan analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya dalam riset terakhirnya menyebutkan penguatan lebih lanjut kinerja keuangan BBTN didukung atas kebijakan insentif pembelian properti melalui diskon tarif PPN. Hal ini akan meningkatkan permintaan kredit kepemilikan rumah (KPR).
Pandanan hampir serupa juga disampaikan tim riset Trimegah Sekuritas bahwa berlanjutnya pertumbuhan kredit bersamaan dengan rencana penjualan aset bermasalah diperkirakan membuat lanjut kenaikan laba tetap kuat tahun ini.

