Cum Dividen BTN (BBTN) Hari Ini, Waspada Dividend Trap
JAKARTA, investortrust.id – Bagi investor yang ingin mendapatkan dividen dari PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) jangan sampai melewatkan cum dividen di pasar reguler dan negosiasi yang jatuh pada hari ini, Senin (18/3/2024).
Cum dividen dapat diartikan sebagai hari atau tangga terakhir bagi investor yang ingin membeli saham tertentu dan berhak untuk mendapatkan dividen dari satu perusaan. Sedangkan pembagian dividen tersebut akan dilaksanakan pada 5 April 2024.
RUPST BTN (BBTN) sebelumnya telah menyetujui pembagian dividen tahun buku 2023 senilai Rp 700,19 miliar atau setara dengan 20% dari raihan laba bersih. Total dividen tersebut meningkat 15% dari dividen tahun buku 2022 mencapai Rp 609 per saham. Nilai dividen tersebut setara dengan Rp 49,89 per saham.
Baca Juga
Awas Dividend Trap! Sobat Investor Bisa Terapkan Sejumlah Cara Ini
Meski menawarkan dividen menarik, pemodal diminta untuk mewaspadai peluang terjadinya dividend trap usai cum dividen berakhir, yaitu dimana penurunan harga saham yang lebih tinggi, dibandingkan potensi dividen yang didapatkan.
Sebelumnya, sejumlah sekuritas mempertahankan pandangan positif terhadap prospek pertumbuhan kinerja keuangan BTN tahun ini. Pertumbuhan didukung faktor bertumbuhan kredit, penjualan aset bermasalah, klaim asuransi, dan pemulihan kredit.
Adapun rencana spin off unit bisnis syariah yang tengah digodok bakal menciptakan nilai baru bagi perseroan dalam jangka panjang. Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga BBTN Rp 1.800.
Manajemen BTN dalam Mandiri Investment Forum 2024 yang digelar pekan lalu mengungkapkan bahwa perseroan membidik pertumbuhan kredit 10-11% tahun 2024, simpanan diproyeksikan bertumbuh 8-9%, serta pertumbuhan laba bersih berkisar 10-11%.
Baca Juga
Didukung Beragam Faktor Ini, Lompatan Kinerja BTN (BBTN) Diprediksi Berlanjut
“Perseroan juga mematok biaya kredit mencapai 1,1-1,2% tahun 2024, NPL diprediksi turun menjadi di bawah 3%, coverate ratio diharapkan meningkat menjadi 160%, CAR diprediksi tetap berada di atas level 19%,” tulis analis Mandiri Sekuritas Boby Kristanto dan Kresna Hutabarat dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Rabu (13/3/2024).
Adapun proyeksi pertumbuhan laba tahun 2024, Mandiri Sekuritas menyebutka, BTN masih memiliki sumber penopang, seperti rencanan penyelesaian penjualan aset bermasalah berkisar Rp 2 triliun tahun ini. Perseroan juga masih memiliki klaim dari IFG berkisar Rp 200 miliar tahun ini. Perseroan juga berharap mendpatkan dana recovery NPL berkisar Rp 900 miliar tahun ini atau hampir sama dengan realisasi tahun lalu.
Boby dan Kresna mengatakan, BTN tengah menggelar due diligence akuisisi PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Aksi ini bagian dari kelanjutkan spin off unit usaha syariah perseroan. “Manajemen BTN menilai bahwa Bank Muamalat memiliki basis nasabah yang bisa mendongkrak simpanan syariah untuk menopang pertumbuhan BTN Syariah ke depan,” terangnya.

