Suspensi Dicabut, Saham KAYU Bisa Ditransaksikan Lagi Besok
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali (unsuspensi) perdagangan saham PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU), mulai Sesi I, Selasa (27/02/2024).
Pengumuman unsuspensi saham KAYU disampaikan BEI melalui Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Yulianto Aji Sadono dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan Pande Made Kusuma Ari A di Jakarta, Senin (26/02/2024).
“Pembukaan kembali perdagangan saham PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) berlaku di pasar regular dan pasar tunai,’’ urai Aji dan Pande.
Menurutnya pembukaan perdagangan saham tersebut diputuskan, setelah BEI melakukan penilaian terhadap Perusahaan tersebut.
Baca Juga
Sambut Tahun Naga Kayu, Bank Mandiri Gelar Imlek dan Customer Gathering di Jakarta
Sebelumnya BEI melakukan suspense saham KAYU terkait dengan sanksi keterlambatan Pembayaran Biaya Pencatatan Tahunan (Annual Listing Fee). Pengumuman suspensi disampaikan BEI pada 16 Februari 2024.
Saham KAYU terbilang cukup sering mengalami suspensi, terutama terkait penurunan signifikan harga saham Perseroan. Kondisi ini salah satunya terkait rencana Perseeroan menggelar right issue.
Rencana aksi korporasi dengan menerbitkan saham baru tersebut diungkap Manajemen KAYU dalam materi paparan publik insidentil yang terbit, Jumat (5/1/2024).
Terkait rencana bisnis, dalam materi paparan publik insidentil disebutkan, Perusahaan yang bergerak di bisnis perkayuan ini berancana meningkatkan penjualan ekspor ke Korea dan Taiwan
‘’Kami akan merintis pembukaan pasar baru di luar existing market diantaranya ke Jepang, kawasan Eropa yaitu Belanda, Bosnia, serta Polandia yang membawahi area pemasaran Jerman, Perancis, Italia, Belgia dan Polandia sendiri, dan juga Eropa Timur yaitu Ukraina & Belarus, serta Amerika Serikat maupun ke negara tujuan ekspor baru,’’ ulas Manajemen KAYU.
Baca Juga
Darmi Bersaudara (KAYU) Pimpin Daftar Saham Teranjlok Pekan Ini
Untuk itu pada tahun 2024, KAYU membidik target penjualan Rp 121,58 miliar, laba operasional Rp 44,34 miliar dan EBITDA Rp 40,19 miliar.
Sedangkan pada kuartal III-2023, Perseroan tercatat membukukan penjualan Rp 5,34 miliar, anjlok dari Rp 22,71 miliar di kuartal III-2022.
Posisi laba bersih tahun berjalan tercatat turun dari Rp 1,83 miliar di kuartal III-2022 ke angka Rp 649 juta pada kuartal III-2023.
Adapun total aset tercatat Rp 100,07 miliar dengan jumlah liabilitas Rp 19,09 miliar dan ekuitas Rp 80,97 miliar di kuartal III-2023.

