Siklus Harga Logam Masuki Fase Akhir, Begini Target Sahamnya
JAKARTA, investotrust.id – BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan siklus penurunan harga logam diprediksi mulai memasuki fase akhir. Hal ini menjadikan potensi penguatan kian terbuka lebar, khususnya komoditas tembaga sejalan dengan penurunan inventori bersamaan dengan peningkatan permintaan.
Pembalikan arah terlihat dari pergerakan harga komoditas dalam beberapa hari terakhir, seperti tembaga naik 6% ytd, nikel menguat 8,9% ytd, dan minyak Brent menguat 10,8% ytd.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Wilastita Muthia Sofi dan Erindra Krisnawan menyebutkan bahwa pola siklus juga bisa dilihat dari pola pergerakan sebelumnya, yaitu terjadi penurunan harga logam dalam durasi 4-8 bulan saat siklus penurunan harga tahun 1990,2000, dan 2008. Sedangkan siklus penurunan harga logam saat ini telah berlangsung sejak akhir Oktober 2023, sehingga terbuka potensi penguatan setidaknya dalam 1-4 bulan ke depan.
Baca Juga
“Terkait peluang penguatan harga tembaga dapat juga dilihat dari pengetatan suplai akibat kenaikan permintaan mulai melebihi pasokan. Hal ini diindikasikan penurunan inventory di LME, dibandingkan dengan persediaan komoditas nikel yang terus meningkat,” tulis Wilastita Muthia Sofi dan Erindra Krisnawan.
Penguatan harga tembaga dalam beberapa hari terakhir, terang BRI Danareksa Sekuritas, juga didorong spekulasi bahwa potensi penguatan lebih besar, dibandingkan peluang penurunan harga tembaga.
“Sedangkan faktor utama pendongkrak harga logam tembaga baru-baru ini masih didorong spekulan dan belum mencerminkan kepercayaan pasar. Meski demikian, peluang penguatan bisa terus berlanjut, apabila produsen dan pembeli menunjukkan gambaran positif pasar tembaga ke depan,” tulisnya.
Baca Juga
Laba Lampaui Target, Sekuritas Ini Beri Propek Ini ke Trans Power (TPMA)
Terkait pergerakan harga komoditas tembaga, dia mengatakan, sudah terlihat pola penguatan dalam rentang kuartal IV-2023 hingga kuartal I-2024 didukung pengetatan keseimbangan setelah terjadi peningkatan permintaan.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk merekomendasikan beli lima saham emiten tambang logam ini, yaitu saham NICKL direkomendasikan beli dengan target Rp 1.400, saham MBMA dengan target harga Rp 910, ANTM dengan target harga Rp 2.100, MDKA dengan target harga Rp 4.380, dan INCO dengan target harga Rp 6.500.
Target Saham Emiten Logam
Sumber: BRI Danareksa Sekuritas

