Saham Astra (ASII) Didukung Asing dan Pemulihan Bisnis, Target Harga Direvisi Naik
JAKARTA, investortrust.id – Prospek saham PT Astra International Tbk (ASII) dinilai semakin menarik, seiring perbaikan profitabilitas bisnis otomotif dan prospek pemulihan kinerja anak usahanya, PT United Tractors Tbk (UNTR). Selain itu pemodal asing cenderung masih mempercayai saham ini didukung penjualan bersih (net sell) relative terkendali.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target harga saham ASII dari Rp 6.850 menjadi Rp 6.950 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Revisi tersebut mencerminkan pembaruan valuasi sejumlah anak usaha serta penyesuaian proyeksi laba perseroan. Penyesuaian tersebut terutama memperhitungkan revisi estimasi laba UNTR.
Revisi naik juga menggambarkan dinaikkannya target laba bersih ASII tahun buku 2026 sebesar 5,3% menjadi Rp 29,1 triliun. Kenaikan tersebut terutama didorong revisi proyeksi kinerja UNTR yang menjadi salah satu kontributor penting terhadap pendapatan grup Astra. Namun, proyeksi laba bersih ASII untuk 2027 dan 2028 masing-masing dipangkas 2,1% dan 5,2% menjadi Rp33,1 triliun dan Rp33,7 triliun.
Baca Juga
Analis BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan dan Sabela Nur Amalina mengatakan, UNTR akan tetap menjadi salah satu penggerak penting laba ASII pada kuartal IV-2026 dan sepanjang 2027. Selain itu, kontribusi bisnis otomotif dan jasa keuangan diperkirakan tetap resilien.
Faktor pendukung lainnya berasal dari perbaikan profitabilitas bisnis otomotif Astra pada kuartal III-2026. Pemulihan tersebut terutama ditopang peningkatan kinerja kendaraan roda dua (2W) dan bisnis komponen otomotif. Laba bisnis kendaraan roda dua meningkat 18% secara tahunan (year-on-year/yoy), sedangkan laba bisnis komponen otomotif melonjak 34% yoy.
Di segmen distribusi kendaraan roda empat (4W), margin operasional juga membaik menjadi 2,4% pada kuartal III-2026, dibandingkan 1,6% pada kuartal II-2026. Perbaikan ini didukung pengelolaan diskon yang lebih baik serta peningkatan pendapatan dari suku cadang dan layanan.
Baca Juga
Astra (ASII) Cetak Laba Bersih Rp 24,6 Triliun hingga Kuartal III-2026
Meski demikian, persaingan di pasar mobil masih menjadi tantangan bagi Astra. Pangsa pasar kendaraan roda empat ASII turun menjadi 46,5% pada kuartal III-2026, dibandingkan 50,9% pada semester I-2026. Dengan demikian, pangsa pasar sepanjang sembilan bulan pertama 2026 tercatat sebesar 49,3%.
Disiplin Modal dan Arus Kas
Di tengah tekanan persaingan otomotif, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa Astra didukungung arus kas yang sehat dan disiplin pengelolaan modal (capital discipline). Bisnis kendaraan roda dua dan jasa keuangan juga diperkirakan tetap memberikan kontribusi yang resilien meskipun industri jasa keuangan menghadapi tekanan kualitas aset.
BRI Danareksa Sekuritas juga menilai relatif resiliennya kepemilikan saham ASII oleh investor asing sebagai faktor pendukung tambahan bagi prospek saham perseroan. Meski mempertahankan pandangan positif, terdapat sejumlah risiko yang perlu dicermati investor. Risiko tersebut meliputi penurunan pangsa pasar kendaraan roda empat Astra lebih lanjut serta potensi aksi jual investor asing di tengah kemungkinan penurunan status pasar modal Indonesia oleh MSCI.
