Laba Bukit Asam (PTBA) Susut 50,90% di Kuartal III-2023, Tersisa Jadi Segini
JAKARTA, investortrust,id – Perusahaan tambang batu bara pelat merah, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), mencatatkan laba bersih sebesar Rp 3,8 triliun di kuartal III-2023, turun 50,90% secara year on year dibanding Rp 12,85 triliun pada periode yang sama tahun 2022 lalu.
Dari sisi pendapatan, PTBA membukukan sebesar Rp 27,7 triliun. Total aset perusahaan per 30 September 2023 sebesar Rp 36,0 triliun.
Manajemen PTBA menyampaikan, pencapaian laba bersih didukung oleh peningkatan kinerja operasional Perseroan sepanjang Januari – September 2023. Total produksi batu bara PTBA hingga Triwulan III 2023 mencapai 31,9 juta ton, tumbuh 15,2% dibanding periode yang sama tahun 2022 yakni sebesar 27,7 juta ton.
Baca Juga
BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham 40 Emiten, Ini Daftarnya
‘’Kenaikan produksi ini seiring dengan kenaikan volume penjualan batu bara sebesar 14,9% menjadi 27,0 juta ton,’’ urai Sekretaris Perusahaan PTBA, Niko Chandra dalam keterangan tertulis, Senin (30/10/2023).
Hingga triwulan III 2023, Perseroan mencatat penjualan ekspor sebesar 11,2 juta ton atau naik 24,4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara realisasi Domestic Market Obligation (DMO) tercatat sebesar 51%.
Berbagai hal yang menjadi tantangan bagi Perseroan di tahun ini, di antaranya adalah koreksi harga batu bara dan fluktuasi pasar. Rata-rata harga batu bara ICI-3 terkoreksi sekitar 33% dari 128,5 US$ per ton pada Januari-September 2022 menjadi 86,3 US$ per ton pada Januari-September 2023.
Baca Juga
Prospek Bisnis dan Target Saham TPAG Menggiurkan, Tapi Kok Labanya Anjlok 52%
Di sisi lain, Harga Pokok Penjualan mengalami kenaikan, di antaranya pada komponen biaya royalti, angkutan kereta api, dan jasa penambangan.
Karena itu, kata dia, PTBA terus berupaya memaksimalkan potensi pasar di dalam negeri serta peluang ekspor untuk mempertahankan kinerja baik. Perseroan juga konsisten mengedepankan cost leadership di setiap lini perusahaan, sehingga penerapan efisiensi secara berkelanjutan dapat dilakukan secara optimal.
"Selain itu, Perseroan berharap agar pembentukan Mitra Instansi Pengelola (MIP) dapat segera terealisasi dan memberikan dampak baik bagi kinerja keuangan PTBA," imbuhnya.
Angkutan Batu Bara
Sementara, sejalan dengan target Perusahaan untuk meningkatkan kapasitas angkutan batu bara jalur kereta api menjadi 72 juta ton per tahun pada 2026, dilakukan pengembangan angkutan batu bara Tanjung Enim - Keramasan dengan kapasitas 20 juta ton per tahun, dengan lingkup yang dibangun oleh PTBA adalah Train Loading System dan Coal Handling Facility sementara PT KAI menyiapkan dermaga serta sarana transportasinya (gerbong).
‘’Jalur ini direncanakan akan beroperasi pada Triwulan IV 2024. Di samping itu, dalam rangka mendukung Kerja Sama Sinergi BUMN Rantai Pasokan Batu Bara untuk Meningkatkan Ketahanan Kelistrikan Nasional yang ditandai dengan Penandatanganan Head of Agreement oleh PTBA, KAI, dan PLN pada 16 Februari 2022, maka disepakati rencana pengembangan angkutan batu bara ke Dermaga Perajen dengan kapasitas angkut 20 juta ton per tahun dan direncanakan akan beroperasi pada triwulan III-2026,’’ pungkasnya.

