Laba Bukit Asam (PTBA) Turun 51,42% Jadi Rp 6,10 Triliun, Ini Penyebabnya
JAKARTA, investortrust.id – Emiten pertambangan batu bara pelat merah, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepeda pemilik entitas induk sebesar Rp 6,10 triliun pada tahun 2023.
Perolahan laba tersebut menunjukan penurunan sebesar 51,42% secara year on year (yoy) dari Rp 12,56 triliun yang dicatatkan Perseroan pada periode yang sama tahun 2022.
Berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang dikutip, Selasa (5/3/2024) disebutkan, penurunan laba sejalan dengan perolehan pendapatan yang turun sebesar 9,75% secara year on year (yoy) menjadi Rp 38,48 triliun di tahun 2023, bandingkan dengan pendapatan yang dicatat pada tahun sebelumnya Rp 42,64 triliun.
Baca Juga
Pada sisi lain, Perseroan mencatat kenaikan beban pokok pendapatan menjadi sebesar Rp 29,33 triliun pada tahun 2023, naik dibanding Rp 24,68 triliun pada periode tahun 2022. Alhasil Pendapatan bersih yang dibukukan menurun menjadi Rp 9,15 triliun per 31 Desember 2023 dibanding Rp 17,96 triliun per 31 Desember 2022.
Setelah memperhitungkan beban umum, administrasi maupun beban penjualan dan pemasaran, Perseroan menyisakan laba usaha sebesar Rp 7,20 triliun, turun dari Rp 15,14 triliun. Sedangkan EBITDA tercatat sebesar Rp 8,15 triliun per tahun 2023, turun dari Rp 16,20 triliun per 31 Desember 2022.
Penurunan laba bersih berdampak pada laba per saham Perseroan menjadi Rp 532 per 31 Desember 2023, turun dibanding Rp 1094 per saham per 31 Desember 2022.
Baca Juga
Bank BJB (BJBR) Raup Laba Rp 1,78 Triliun Sepanjang Tahun 2023
Sedangkan dari sisi neraca tercatat total asset Perseroan turun menjadi Rp 38,76 triliun per 31 Desember 2023 dari Rp 45,35 triliun pada 31 Desember 2022.
Sementara itu total liabilitas Perseroan tercatat naik menjadi Rp 17,20 triliun disbanding Rp 16,44 triliun. Sedangkan jumlah ekuitas turun menjadi Rp 21,56 triliun per 31 Desember 2023 dari Rp 45,35 triliun pada 31 Desember 2022.

