Saham ASII Direkomendasikan Beli Dua Sekuritas Ini, Potensi Cuan 45%
JAKARTA, investortrust.id – Prospek saham PT Astra International Tbk (ASII) tetap mendapatkan penilaian positif dari kalangan analis. MNC Sekuritas dan Mandiri Sekuritas kompak mempertahankan rekomendasi beli saham emiten Grup Astra tersebut dengan target harga Rp 7.000 per saham.
Target harga ini mencerminkan potensi kenaikan lebih dari 45% dibandingkan harga saham ASII di level Rp 4.800. Optimisme kedua sekuritas tersebut ditopang oleh ketahanan kinerja bisnis otomotif dan jasa keuangan Astra, serta peluang pemulihan bisnis pertambangan dan alat berat.
MNC Sekuritas dalam risetnya bertajuk Auto and Financial Services Stay Solid as Mining Begins to Recover menilai bahwa bisnis otomotif masih menjadi kontributor terbesar terhadap laba inti Astra hingga September 2026. Hal ini ditunjukkan pendapatan segmen otomotif Rp 101,7 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026, meningkat 7,7% secara tahunan (year-on-year/YoY). Laba bersih segmen ini juga tumbuh 8,3% menjadi Rp 9,8 triliun.
Baca Juga
Astra (ASII) Cetak Laba Bersih Rp 24,6 Triliun hingga Kuartal III-2026
Kontribusi laba segmen otomotif mencapai 39,8% dari total laba inti segmen Astra pada periode tersebut. Sementara itu, margin laba bersih tetap terjaga sebesar 9,6%, sama dengan periode yang sama tahun sebelumnya. “Kinerja tersebut menunjukkan ketahanan bisnis otomotif Astra di tengah daya beli masyarakat yang masih terbatas,” tulis riset MNC Sekuritas.
Selain otomotif, bisnis jasa keuangan ASII mempertahankan pertumbuhan positif. Hingga September 2026, pendapatan segmen ini meningkat 7,4% YoY menjadi Rp26,4 triliun, sedangkan laba bersih tumbuh 6,3% menjadi Rp7,2 triliun. Segmen jasa keuangan menyumbang 29,1% terhadap laba inti Astra. Pada kuartal III-2026, laba bersihnya meningkat 5,3% QoQ dan 6,3% YoY menjadi Rp2,5 triliun.
MNC Sekuritas menilai bisnis pembiayaan konsumen masih mendapatkan dukungan dari permintaan kendaraan yang berkelanjutan. Kondisi tersebut memberikan penopang alami bagi stabilitas pendapatan Grup Astra. Adapun, kelompok bisnis lainnya yang mencakup infrastruktur, agribisnis, properti, teknologi informasi, dan kesehatan mencatatkan pertumbuhan laba paling tinggi. Laba bersihnya melonjak 36,5% menjadi Rp 2,6 triliun.
Laba Kuartal IV
Sementara itu, Mandiri Sekuritas mempertahankan pandangan positif terhadap prospek Astra dan ekspektasi kemampuan perseroan dalam ketahanan laba pada kuartal IV-2026, meskipun terdapat potensi tekanan tipis terhadap margin bisnis otomotif. Bisnis jasa keuangan diperkirakan tetap kuat, didukung pertumbuhan pembiayaan dan laba bersih sebesar 6% secara tahunan.
Baca Juga
Tiga Katalis Kebangkitan Astra (ASII): Laba, Dividen, dan Buyback Saham
Mandiri Sekuritas juga menyoroti potensi perbaikan kinerja segmen pertambangan batu bara yang dikelola melalui PT United Tractors Tbk (UNTR). Segmen pertambangan batu bara UNTR diperkirakan mendapatkan keuntungan dari tambahan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). “Dengan mempertimbangkan prospek tersebut, saham ASII direkomendasikan beli dengan target harga Rp 7.000 per saham,” tulisnya.
Meski mempertahankan pandangan positif, MNC Sekuritas mengingatkan adanya risiko persaingan yang semakin ketat di industri otomotif. Persaingan dari produsen mobil asal Korea Selatan dan China menjadi salah satu tantangan utama bagi Astra.
