Laba Barito Renewables (BREN) Melonjak 21,8% Jadi US$161 Juta hingga September 2026
JAKARTA, investortrust.id – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 21,8% menjadi US$ 161 juta sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Peningkatan profitabilitas emiten energi terbarukan milik Grup Barito ini ditopang pertumbuhan laba operasional dan penurunan beban keuangan.
Meski catatkan pertumbuhan kinerja keuangan, penurunan saham BREN tercatat paling signifikan di antara emiten grup Prajogo Pangestu. Saham BREN Telah turun lebih dari 81,49% sepanjang year to date (ytd).
Berdasarkan laporan kinerja keuangan konsolidasian tidak diaudit untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026, laba bersih setelah pajak BREN meningkat dari US$132 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya menjadi US$161 juta. Pertumbuhan laba tersebut bahkan melampaui kenaikan pendapatan perseroan. Hingga akhir September 2026, BREN membukukan pendapatan konsolidasian sebesar US$501 juta, tumbuh 9,5% dibandingkan US$457 juta pada sembilan bulan pertama 2025.
Baca Juga
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, EBITDA perseroan juga meningkat 10,9% menjadi US$442 juta. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan, mencerminkan peningkatan efisiensi operasional dan kemampuan perseroan mempertahankan profitabilitas. Peningkatan efisiensi tersebut tercermin dari marjin EBITDA yang mencapai 88,2%, naik dibandingkan 87,1% pada periode yang sama tahun lalu.
CEO Barito Renewables Hendra Soetjipto Tan mengatakan, pencapaian kinerja selama sembilan bulan pertama 2026 didukung oleh operasional panas bumi yang stabil dan andal, serta kontribusi berkelanjutan dari portofolio pembangkit listrik tenaga angin. Ketangguhan aset operasional perseroan telah mendorong peningkatan pendapatan, perbaikan marjin, serta pertumbuhan profitabilitas sepanjang periode tersebut.
"Kami dengan bangga melaporkan kinerja yang solid selama sembilan bulan pertama tahun 2026. Portofolio panas bumi kami terus menghasilkan pembangkitan listrik yang stabil dan andal, sementara segmen angin tetap memberikan kontribusi terhadap kinerja Perseroan secara keseluruhan," ujar Hendra dalam keterangan resmi, Jumat (30/10/2026).
Kapasitas Dekati 1 GW
Selain pertumbuhan laba, BREN juga terus memperkuat kapasitas pembangkit listrik panas bumi melalui optimalisasi aset yang telah beroperasi. Pada Oktober 2026, perseroan berhasil menyelesaikan proyek retrofit Darajat Unit 3. Proyek tersebut meningkatkan kapasitas pembangkitan unit dari sebelumnya 122 MW menjadi 130,55 MW.
Dengan tambahan kapasitas tersebut, total kapasitas terpasang panas bumi BREN meningkat menjadi 935,55 MW, semakin mendekati target kapasitas panas bumi sebesar 1 gigawatt (GW). Pencapaian ini menyusul penyelesaian proyek retrofit Wayang Windu pada awal 2026. BREN menyebutkan proyek retrofit Darajat Unit 3 berhasil diselesaikan sesuai jadwal tanpa insiden keselamatan kerja.
Baca Juga
Laba Barito Pacific (BRPT) Ambles 60,74% per September 2026, Ini Pemicunya
Di tengah ekspansi kapasitas pembangkit, BREN juga mencatatkan perbaikan struktur keuangan. Hingga 30 September 2026, total aset perseroan mencapai US$4,11 miliar dengan total ekuitas sebesar US$1,01 miliar. Rasio utang bersih terhadap ekuitas (net debt-to-equity) tercatat membaik menjadi 1,60 kali, dibandingkan 1,87 kali pada akhir 2025.
Perbaikan rasio tersebut memberikan fleksibilitas keuangan yang lebih besar bagi perseroan untuk mendukung pelaksanaan proyek-proyek ekspansi yang sedang berjalan. Ke depan, BREN menyatakan akan terus berfokus pada keunggulan operasional, pengembangan proyek ekspansi, serta optimalisasi aset untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
