Punya Akses Jaringan Korea Selatan, Bank Woori Saudara (BWS) Bidik Peluang Cuan Baru
JAKARTA, investortrust.id – Peningkatan aktivitas perdagangan dan investasi lintas negara membuka peluang pertumbuhan baru bagi industri perbankan. Bank dengan jaringan internasional dan hubungan bisnis korporasi yang kuat dinilai memiliki keunggulan untuk mengoptimalkan transaksi global, pembiayaan perdagangan, hingga meningkatkan pendapatan berbasis komisi (fee-based income).
Salah satu bank yang berpeluang memanfaatkan momentum tersebut adalah PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (BWS). Keterkaitan bank dengan kode saham SDRA ini dengan ekosistem Woori Financial Group asal Korea Selatan menjadi salah satu modal untuk mengembangkan layanan international banking, terutama bagi perusahaan yang memiliki hubungan bisnis antara Indonesia dan Korea Selatan.
Baca Juga
IHSG Sesi I Jatuh 1,65% Tinggalkan Level 5.200, Sebaliknya BBCA Tahan Kejatuhan Lebih Dalam
Penguatan hubungan ekonomi kedua negara membuka peluang di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, otomotif, elektronik, hingga teknologi. Aktivitas bisnis tersebut turut meningkatkan kebutuhan terhadap layanan perbankan yang mampu mendukung transaksi internasional secara efisien dan terintegrasi.
Alvin Murthi dari Ajaib Sekuritas menilai, bank yang memiliki jaringan internasional dan hubungan kuat dengan nasabah korporasi berada pada posisi yang relatif lebih menguntungkan untuk menangkap peluang pertumbuhan tersebut. Kehadiran perusahaan Korea Selatan di Indonesia tidak hanya menciptakan kebutuhan pembiayaan bagi perusahaan bersangkutan, tetapi juga membuka potensi transaksi dari jaringan pemasok, distributor, hingga mitra usaha lokal.
Sejalan dengan peningkatan tersebut perdagangan internasional, BWS berpeluang mengoptimalkan keterkaitannya dengan ekosistem Woori Financial Group untuk mengembangkan layanan perbankan internasional. Layanan yang dapat dikembangkan mencakup transaksi valuta asing, pembiayaan perdagangan internasional, serta berbagai solusi perbankan bagi nasabah korporasi.
Baca Juga
Bukan Cuma Simpan Uang, Strategi BWS Garap Funding Lewat Proteksi
Peluang ini tidak terbatas pada penyaluran kredit korporasi. Aktivitas transfer internasional, transaksi valuta asing, serta fasilitas perdagangan ekspor dan impor juga berpotensi meningkatkan kontribusi pendapatan nonbunga atau fee-based income.
Pengembangan layanan tersebut semakin relevan di tengah persaingan industri perbankan. Kemampuan menyediakan solusi keuangan yang terintegrasi dapat menjadi pembeda bagi bank dalam memperluas basis nasabah sekaligus mempertahankan hubungan bisnis dengan nasabah korporasi.
Efek Berganda dari Ekosistem
Alvin menambahkan, salah satu keunggulan pengembangan international banking adalah potensi efek berganda dari ekosistem bisnis nasabah. Hubungan dengan satu perusahaan besar dapat membuka akses terhadap perusahaan lain yang terlibat dalam rantai pasok maupun aktivitas perdagangan perusahaan tersebut.
“Yang menarik bukan hanya besarnya transaksi lintas negara, tetapi juga ekosistem bisnis yang terbentuk di sekitarnya. Bank yang mampu masuk ke dalam ekosistem tersebut berpeluang memperoleh tambahan nasabah, meningkatkan penghimpunan dana, dan memperluas penyaluran kredit. Dalam jangka panjang, ini bisa menjadi salah satu pendorong pertumbuhan bisnis yang lebih berkelanjutan,” jelas Alvin.
Baca Juga
IHSG Sesi I Jatuh 1,65% Tinggalkan Level 5.200, Sebaliknya BBCA Tahan Kejatuhan Lebih Dalam
Dengan demikian, pengembangan international banking berpotensi memberikan manfaat melalui beberapa jalur sekaligus, mulai dari peningkatan transaksi internasional, perluasan basis nasabah, penghimpunan dana, hingga penyaluran kredit.
Meski demikian, optimalisasi peluang tersebut tetap membutuhkan penguatan kapabilitas layanan, pengelolaan risiko valuta asing, serta pemahaman terhadap kebutuhan nasabah korporasi. Bank yang mampu memadukan jaringan internasional dengan kemampuan layanan domestik dinilai memiliki posisi yang lebih kompetitif untuk menangkap peluang bisnis lintas negara.
