Kinerja Keuangan Asri Krya (ASLI) Berbalik Positif hingga Kuartal III-2026
JAKARTA, investortrust.id – PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI), perusahaan yang terffiliasi dengan Haji Isam, berhasil membalikkan kinerja keuangan dari rugi menjadi laba bersih sebesar Rp 5,81 miliar hingga September 2026. Pemulihan ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan, lonjakan laba bruto, serta penurunan sejumlah beban operasional.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tidak diaudit per 30 September 2026, ASLI membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 236,69 miliar, meningkat 73,41% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 136,49 miliar.
Baca Juga
Pengendali Divestasi 11,72% Saham Asri Karya (ASLI) Saat Kinerja Tergerus, Tujuan Ini Diungkap
Laba bruto ASLI melesat menjadi Rp28,35 miliar per September 2026, dibandingkan Rp7 miliar pada periode yang sama 2025. Dengan demikian, laba bruto ASLI meningkat lebih dari tiga kali lipat secara tahunan. Di sisi lain, beban pokok penjualan naik menjadi Rp 208,34 miliar dari Rp 129,49 miliar pada September 2025.
Pemulihan kinerja juga terlihat pada tingkat operasional. ASLI mencatatkan laba usaha sebesar Rp6,49 miliar per September 2026, berbalik dari rugi usaha Rp24,31 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perbaikan tersebut sejalan dengan penurunan beban umum dan administrasi menjadi Rp 19,31 miliar dari Rp 27,37 miliar. Beban keuangan juga turun menjadi Rp 2,55 miliar dibandingkan Rp3,94 miliar pada September 2025.
Perbaikan kinerja operasional tersebut membuat laba sebelum pajak ASLI sebesar Rp 6,30 miliar. Capaian tersebut berbalik positif dari posisi rugi sebelum pajak sebesar Rp 24,29 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun laba bersih periode berjalan mencapai Rp 5,81 miliar hingga kuartal III-2026, berbalik dari rugi bersih Rp 27,03 miliar pada September 2025.
Baca Juga
Laba Bersih Astra Agro (AALI) Melesat 78% per September 2026, Tembus Rp 1,9 Triliun
Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 5,83 miliar, dibandingkan rugi Rp 26,99 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba per saham dasar ASLI meningkat menjadi Rp 0,93 per lembar saham per September 2026. Pada periode yang sama tahun sebelumnya dengan rugi per saham sebesar Rp 4,32.
Berdasarkan data perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham ASLI telah melambung lebih dari 60% menjadi Rp 316 dalam tiga bulan terakhir. Namun Selema sebulan terakhir terjadi penurunan lebih dari 34% setelah terhempas sentimen negative pasar saham Indonesia dari MSCI.
PT Wahana Konstruksi Mandiri (WKM) merupakan pengendali utama sebanyak 51% saham ASLI. WKM sendiri disebut teraffiliasi dengan Jhonlin Group, perusahaan yang dikendalikan Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam. Sisanya dikuasai PT Cakrawala Multi Mineral sebanyak 11,72% saham ASLI dan investor public 36,28%.
