Emiten Properti Hermanto Tanoko (RISE) Bukukan Kenaikan Laba 183%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) membukukan kenaikan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 183% (yoy) menjadi Rp 147 miliar pada Januari-September 2026.
Emiten properti dengan beneficial owner Hermanto Tanoko tersebut, juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 24% (yoy) menjadi Rp 364,5 miliar selama sembilan bulan tahun ini.
Manajemen menjelaskan, pertumbuhan tersebut didukung oleh kontribusi sejumlah segmen usaha, terutama industrial & logistik yang menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan perseroan. Penguatan kinerja juga ditopang oleh segmen hotel, MICE dan leisure, serta segmen bisnis distrik, seiring peningkatan aktivitas operasional dan pengembangan portofolio usaha.
Segmen industrial & logistik mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 621% (yoy) menjadi Rp 168,6 miliar, setara 46% dari total pendapatan RISE pada Januari-September 2025.
Selain industrial & logistik, segmen hotel, MICE & leisure juga mencatatkan pertumbuhan, yakni 12% (yoy) menjadi Rp 139 miliar. Pertumbuhan ini didukung naiknya tingkat okupansi hotel, serta mulai beroperasinya sejumlah hotel pada 2026.
Sementara itu, segmen bisnis distrik membukukan pendapatan sebesar Rp 23,4 miliar atau tumbuh 127% (yoy). Presiden Direktur Jaya Sukses Makmur Sentosa, Budi Agusti, memandang bahwa pertumbuhan di berbagai segmen tersebut menunjukkan diversifikasi portofolio usaha dalam menopang kinerja perseroan.
Baca Juga
Laba RISE Terbang 273% di Semester I-2026, Diversifikasi Bisnis Jadi Mesin Pertumbuhan
“Kami berupaya menjaga keseimbangan antara optimalisasi aset yang telah beroperasi dan pengembangan proyek-proyek baru, sehingga perseroan dapat memperkuat sumber pendapatan serta menciptakan fondasi pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Budi pada Senin (26/10/2026).
Manajemen pun berencana melanjutkan pengembangan sejumlah proyek strategis, di antaranya Tanrise Bandung, Tanrise Industrial Park Palembang, hingga VASA Ubud. Pengembangan proyek-proyek ini jadi bagian dari strategi perseroan untuk memperluas portofolio bisnis, memperkuat kontribusi berbagai segmen, dan membuka peluang pertumbuhan jangka panjang.
“Dengan dukungan portofolio proyek yang tengah berjalan serta fokus pada pengembangan bisnis secara berkelanjutan, kami optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan perseroan. Kami juga akan terus memperhatikan pelaksanaan proyek, potensi pasar, dan optimalisasi operasional untuk mendukung kinerja ke depan,” tutup Budi.
