Astra Otoparts (AUTO) Raup Laba Rp1,80 Triliun, Segmen Manufaktur Tumbuh 17,6%
JAKARTA, investortrust.id – PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebanyak 14,7% menjadi Rp 1,80 triliun hingga kuartal III-2026, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,66 triliun. Kenaikan didukung pertumbuhan pendapatan dari segmen manufaktur dan perdagangan.
Manajemen anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) ini dalam rilis laporan kinerja keuangan di Jakarta, Selasa (27/10/2026) menyebutkan, kenaikan laba ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan bersih sebanyak 15% menjadi Rp 17,02 triliun hingga September 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan permintaan komponen otomotif, seiring naiknya volume produksi kendaraan roda empat, roda dua, dan kendaraan komersial.
Kedua segmen bisnis AUTO berkontribusi positif terhadap pertumbuhan pendapatan. Segmen manufaktur memperoleh dukungan dari peningkatan permintaan komponen oleh pelanggan Original Equipment Manufacturer (OEM), sedangkan segmen perdagangan ditopang oleh perluasan portofolio produk aftermarket, jaringan distribusi dan ritel, serta permintaan ekspor.
Baca Juga
United Tractors (UNTR) Raup Laba Rp 7,9 Triliun hingga Kuartal III-2026
Presiden Direktur Astra Otoparts Yusak Kristian Solaeman mengatakan, pertumbuhan kinerja hingga kuartal III-2026 didukung oleh kontribusi positif segmen manufaktur dan perdagangan yang saling melengkapi.
Perseroan terus memperkuat kapabilitas manufaktur untuk meningkatkan kolaborasi dengan pelanggan OEM yang sudah ada sekaligus menambah pelanggan baru. Sementara itu, di segmen perdagangan, Astra Otoparts (AUTO) memperluas jangkauan pasar melalui jaringan distribusi, ritel, dan ekspor, serta memperkuat portofolio produk sesuai kebutuhan konsumen.
Berdasarkan data, segmen manufaktur torehkan pendapatan bersih Rp 9,18 triliun hingga kuartal III-2026, meningkat 17,6% dibandingkan Rp 7,80 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didukung peningkatan permintaan komponen dari pelanggan OEM, baik untuk model kendaraan yang sudah dipasarkan maupun model kendaraan baru.
Baca Juga
Astra (ASII) Mau Borong 4,947% Saham AUTO Lewat Tender Sukarela
Guna menjaga momentum pertumbuhan, Astra Otoparts memperkuat kemampuan manufaktur guna memperluas basis pelanggan OEM, baik untuk kendaraan bermesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) maupun kendaraan elektrifikasi (xEV). Perseroan juga meningkatkan pasokan komponen baru untuk model kendaraan yang sudah ada dan membidik peluang memasok komponen bagi model kendaraan baru.
Selain memperkuat bisnis komponen kendaraan ICE, Astra Otoparts (AUTO) mengembangkan komponen kendaraan elektrifikasi, mencakup general parts dan specific parts. Perseroan juga melakukan diversifikasi ke sektor nonotomotif, termasuk alat kesehatan dan industri lainnya, untuk meningkatkan ketahanan bisnis manufaktur dan mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Segmen Perdagangan
Sedangkan segmen perdagangan Astra Otoparts (AUTO) membukukan pendapatan bersih Rp 7,84 triliun hingga kuartal III-2026, meningkat 12% dibandingkan Rp7 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut ditopang oleh penambahan portofolio produk aftermarket, perluasan jaringan distribusi dan gerai ritel, serta ekspor. Pertumbuhan juga didukung peningkatan permintaan komponen dari pelanggan business to business (B2B) dan business to consumers (B2C).
Baca Juga
Astra (ASII) Mau Borong 4,947% Saham AUTO Lewat Tender Sukarela
Hingga kuartal III-2026, Astra Otoparts memiliki 49 diler utama dan 28 kantor penjualan yang melayani lebih dari 15.000 toko suku cadang otomotif di seluruh Indonesia. Perseroan juga mengoperasikan 673 gerai ritel modern yang terdiri atas Shop & Drive, Super Shop & Drive, Astra Otoservice, Shop & Bike, dan Aspira Motoquick.
Selain jaringan fisik, Astra Otoparts mengembangkan platform digital Astra Otoshop yang mengintegrasikan layanan daring dan luring untuk mempermudah pembelian produk serta layanan pemasangan.
Astra Otoparts (AUTO) turut memperluas bisnis pendukung ekosistem kendaraan listrik nasional melalui pengembangan Astra Otopower. Hingga akhir kuartal III-2026, Astra Otopower telah mengoperasikan 71 unit di 61 lokasi strategis di Indonesia. Perseroan juga menghadirkan pengisi daya kendaraan listrik atau EV charger 7 kW bermerek ALTRO melalui layanan Home Charging Services Ultima pada aplikasi PLN Mobile.
Selain melayani pelanggan B2B, ALTRO dipasarkan kepada pelanggan B2C melalui platform marketplace untuk memenuhi kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik di rumah.
