Timah (TINS) Siapkan Strategi Korporasi, Buyback Saham Masuk Radar
JAKARTA, investortrust.id – PT Timah (Persero) Tbk (TINS) tengah mempertimbangkan opsi pembelian kembali saham atau share buyback sebagai alternatif strategi korporasi. Rencana tersebut masih dalam tahap kajian awal dengan mempertimbangkan kondisi keuangan, kebutuhan operasional, dan dinamika pasar modal.
Sekretaris Perusahaan Timah (TINS) Ruddy Nursalam mengatakan, perseroan senantiasa mencermati perkembangan industri pertambangan timah dan dinamika pasar modal dalam menjalankan strategi bisnis.
Baca Juga
“Kami senantiasa mencermati perkembangan industri pertambangan timah dan dinamika pasar modal dalam menjalankan strategi bisnis perseroan,” kata Ruddy dalam keterangan resmi, Jumat (23/10/2026).
Menurut Ruddy, setiap opsi strategis harus mempertimbangkan kebutuhan operasional, rencana pengembangan usaha, kondisi keuangan perseroan secara menyeluruh, serta ketentuan perundang-undangan yang berlaku. “Dengan demikian, setiap keputusan yang diambil tetap sejalan dengan prioritas bisnis, komitmen pada kepentingan nasional, dan prinsip kehati-hatian yang terukur,” ujarnya.
Meski demikian, Timah (TINS) menegaskan bahwa opsi buyback saham masih berada pada tahap pertimbangan awal. Perseroan tengah mengevaluasi sejumlah aspek, mulai dari kondisi keuangan dan kecukupan permodalan hingga kebutuhan pendanaan untuk pengembangan usaha.
Baca Juga
OJK Jatuhkan Denda Rp 2,52 Triliun kepada Ratusan Pelaku Pelanggaran Pasar Modal
Dengan demikian, perseroan belum menetapkan besaran dana, target harga pembelian, maupun waktu pelaksanaan buyback saham. Perseroan juga memastikan bahwa setiap alternatif strategi korporasi dipertimbangkan dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Perkembangan atau keputusan lebih lanjut mengenai opsi pembelian kembali saham akan disampaikan kepada pemegang saham, publik, serta pemangku kepentingan sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku di pasar modal.
Perkuat Fundamental
Sebagai entitas pengelola komoditas strategis negara, kegiatan usaha Timah (TINS) dipengaruhi oleh dinamika harga timah global, kondisi pasokan dan permintaan, serta perkembangan industri pertambangan.
Baca Juga
Timah (TINS) Amankan Kredit Talangan DHE Rp 4 Triliun dari Bank Mandiri (BMRI)
Saat ini, menurut dia, perseroan berfokus memperkuat fundamental bisnis melalui pembenahan dan penegakan tata kelola pertimahan nasional yang baik, optimalisasi produksi, penetrasi pemasaran, serta efisiensi keuangan secara konsisten.
Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham TINS telah anjlok lebih dari 17,55% menjadi Rp 3.900 dalam sebulan terakhir. Meski demikian year to date (ytd), saham TINS masih unggul dengan kenaikan 24,20%.
