Menguat ke US$ 84.000, Glassnode Petakan Level Resistensi dan Support Harga Bitcoin
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Harga Bitcoin menghadapi tekanan jual di kisaran US$ 87.000–US$ 87.700, sementara area US$ 80.000 berpotensi menjadi level dukungan di tengah penguatan permintaan dari investor melalui ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat (AS). Menilik data Coinmarketcap, Kamis (22/10/2026) pukul 07.20 WIB harga BTC menguat 1,32% ke posisi US$ 84.145.
Analisis Glassnode menunjukkan, kenaikan harga Bitcoin (BTC) masih menghadapi hambatan dari kelompok investor yang membeli aset kripto tersebut pada akhir 2025. Ketika harga kembali mendekati titik impas investasi mereka, tekanan jual berpotensi meningkat.
Glassnode mencatat, basis biaya atau cost basis kelompok investor yang membeli Bitcoin enam hingga 12 bulan sebelumnya berada di kisaran US$ 87.700. Level tersebut menjadi salah satu resistensi yang perlu ditembus agar kenaikan harga Bitcoin dapat berlanjut.
Tekanan di area tersebut juga diperkuat oleh sejumlah indikator teknikal. Harga pembukaan Bitcoin pada awal 2026 berada di kisaran US$ 87.490, sedangkan rata-rata pergerakan sederhana (simple moving average/SMA) 20 bulan berada di sekitar US$ 87.165.
Baca Juga
Bitcoin Berpeluang Tembus US$ 100.000 di Akhir 2026, Ini Faktor Pendorongnya
Menurut Glassnode, penumpukan sejumlah indikator tersebut membuat area di atas US$ 87.000 menjadi zona resistensi penting bagi pergerakan Bitcoin.
Selain itu, basis biaya kelompok investor yang telah memegang Bitcoin selama satu hingga dua tahun berada di sekitar US$ 99.500. Kondisi ini menunjukkan masih terdapat potensi tekanan jual apabila harga bergerak menuju level tersebut.
Glassnode menjelaskan, investor yang sebelumnya mengalami kerugian cenderung menjual aset ketika harga kembali mendekati titik impas. Perilaku tersebut dapat membatasi kenaikan harga meskipun permintaan di pasar tetap tersedia.
Pola serupa, menurut Glassnode, pernah terjadi ketika Bitcoin menguji basis biaya kelompok investor enam hingga 12 bulan pada Januari 2026 dan kelompok investor satu hingga dua tahun pada Mei 2026.
Di sisi lain, area US$ 80.000 berpotensi menjadi penopang harga Bitcoin. Glassnode mencatat basis biaya ETF Bitcoin spot berada di sekitar US$ 81.500, sehingga level tersebut menjadi salah satu indikator yang diperhatikan pelaku pasar.
Baca Juga
Bitcoin Belum Keluar dari Tren Bearish, Trader Tunggu Breakout US$ 84.200
Sementara itu, true market mean, yang mencerminkan estimasi rata-rata biaya perolehan Bitcoin di pasar sekunder, berada di sekitar US$ 77.500. Adapun basis biaya pemegang Bitcoin jangka pendek, yakni investor yang memegang aset hingga enam bulan, berada di kisaran US$ 74.600.
Konsentrasi sejumlah indikator tersebut menunjukkan adanya lapisan dukungan harga di bawah US$ 82.000, meskipun kekuatan dukungan tetap bergantung pada kondisi permintaan dan tekanan jual di pasar.
Dengan demikian, pergerakan Bitcoin saat ini menghadapi dua zona penting. Area US$ 87.000–US$ 87.700 menjadi resistensi yang perlu ditembus, sedangkan kisaran US$ 80.000 menjadi area dukungan yang diperhatikan pasar di tengah dinamika arus dana ETF dan perilaku investor.
