Usai Bertemu Presiden, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Berlanjut dan Targetkan Indonesia Bertahan di Emerging Market
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan reformasi pasar modal Indonesia terus berlanjut untuk meningkatkan integritas, transparansi, likuiditas, dan kredibilitas pasar. Upaya tersebut tetap berjalan di tengah evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap status pasar modal di Indonesia.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, reformasi pasar modal bukan semata-mata dilakukan untuk merespons penilaian satu penyedia indeks global, melainkan bagian dari agenda perbaikan yang telah berjalan sejak Januari 2026 sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Intinya begini, kita kan melakukan perbaikan, bukan karena satu global index provider tertentu, tapi memang niat kita dari Januari sesuai arahan Bapak Presiden, kita melakukan perbaikan-perbaikan yang masih kurang, yang sudah saya sebutkan soal integritas, transparansi, likuiditas,” ujar Kiki biasa ia disapa, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Menurut dia, pemerintah mendukung upaya pembenahan pasar modal agar semakin kredibel, likuid, dan transparan, sekaligus menjadi sarana investasi jangka panjang bagi masyarakat Indonesia.
Kiki mengakui masih terdapat aspek yang perlu diperbaiki, terutama terkait penegakan aturan (enforcement). OJK, kata dia, akan terus meningkatkan penegakan hukum untuk memperkuat integritas pasar modal.
Ia juga menyinggung pengumuman sanksi denda terbesar dalam sejarah pasar modal yang disampaikan pada Jumat lalu sebelumnya sebagai bagian dari upaya penegakan aturan. OJK memastikan langkah penindakan akan terus berlanjut.
Baca Juga
GIC dan Temasek Buka Suara soal Tuduhan Intervensi MSCI, Ini Bantahannya
Terkait kemungkinan Indonesia turun status menjadi standalone market dalam klasifikasi MSCI, Kiki menegaskan OJK bersama pemerintah berupaya mempertahankan posisi Indonesia sebagai emerging market.
“Kita tetap berusaha supaya Indonesia tetap di emerging market. Makanya kita semua didukung oleh Bapak Presiden, semua kementerian tadi, bagaimana Indonesia tetap bisa perbaikan dan bisa, mudah-mudahan, tetap bisa di posisi sekarang,” katanya.
"Kalau dilihat data-data dibandingkan negara lain, kita cukup baik kok," tambah Kiki.
Baca Juga
Prabowo Angkat Bicara soal MSCI, Indonesia Tak Takut Hadapi Tekanan!
Kiki juga menyampaikan bahwa Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan komunikasi dengan MSCI. Namun, ia tidak merinci hasil komunikasi tersebut.
Lebih lanjut, ia mengatakan, OJK telah melaporkan perkembangan emiten pada kuartal II-2026 serta kondisi struktur pasar modal Indonesia kepada Presiden Prabowo. Di mana, pemerintah dan otoritas terkait akan melanjutkan upaya perbaikan untuk menjaga kredibilitas dan daya saing pasar modal nasional.
