OJK Sebut Reformasi Integritas Jadi Kunci RI Bertahan di Emerging Market
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi optimistis Indonesia tidak akan turun ke kategori frontier market dalam evaluasi klasifikasi pasar oleh MSCI pada Juni mendatang. Reformasi integritas jadi kunci RI bertahan di emerging market.
Hasan menegaskan OJK telah memenuhi berbagai aspek yang selama ini menjadi perhatian MSCI, khususnya terkait transparansi kepemilikan saham dan kecukupan informasi di pasar modal Indonesia.
“Kami berharap mereka (MSCI) konsisten menyatakan pengakuan atas upaya reformasi integritas yang kita lakukan. Terutama menghadirkan kecukupan informasi secara transparan dan terbuka atas kepemilikan saham-saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia,” kata Hasan dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, (13/5/2026).
Menurut dia, hal terpenting bagi index provider global adalah tersedianya informasi yang memadai untuk memastikan dan menghitung porsi saham yang masuk dalam indeks mereka. Karena itu, OJK telah menghadirkan transparansi lebih luas terkait kepemilikan saham, tipe investor, hingga tingkat konsentrasi kepemilikan saham.
Hasan berharap pengakuan atas reformasi tersebut dapat berlanjut hingga Indonesia kembali diperlakukan setara dengan negara lain dalam penilaian MSCI. Dengan begitu, peluang lebih banyak saham domestik masuk indeks global kembali terbuka dan kebijakan freeze dapat dicabut.
“Jadi kita harapkan acknowledgement ini terus berlanjut dan pada saatnya tentu kita berharap terjadi pemulihan. Artinya tentu pada saatnya kita diperlakukan sama seperti yang lain, setelah itu dinilai baik, ya tentu tidak ada lagi upaya freeze tadi atau pembekuan untuk potensi masuknya lebih banyak lagi saham-saham kita ke indeks-indeks tersebut,” ujarnya.
Ia menekankan saham-saham Indonesia yang nantinya masuk ke indeks global merupakan emiten yang telah memiliki tingkat transparansi dan kredibilitas lebih baik dibanding sebelumnya.
Baca Juga
“Kalaupun nanti masuk, yang masuk itu adalah yang sudah dinilai kredibel dan terbukti kepemilikannya diakui. Jadi, bukan lagi kondisi di mana kemudian terjadi keraguan terhadap saham yang masuk karena tadi kurang transparannya tingkat free float yang seharusnya diperhitungkan oleh para index provider global yang masuk,” kata Hasan.
Lebih lanjut, Hasan memastikan agenda reformasi integritas pasar modal tidak dilakukan semata-mata untuk memenuhi evaluasi MSCI dalam jangka pendek, melainkan menjadi langkah berkelanjutan untuk memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia.
“Jadi dalam hal ini kami tentu memastikan dalam konteks memenuhi harapan index provider itu sebenarnya sejalan, ini bukan karena keterpaksaan, sekali lagi. Ini betul-betul sejalan dengan agenda reformasi integritas yang akan dan terus kita gulirkan,” pungkas Hasan.
Baca Juga
‘Rebalancing’ MSCI Jadi Konsekuensi Jangka Pendek, OJK: Kita Hadapi ‘Short Term Pain’

